Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nilai Tukar Petani Naik 0,49 Persen, Meski Tanaman Pangan dan Hortikultura Turun

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan berdasarkan subsektor seluruhnya mengalami kenaikan, kecuali tanaman pangan dan hortikultura. Untuk tanaman pangan turun 0,52 persen dari 100,42 persen ke 100,18 persen.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  12:04 WIB
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang. -  Antara / Arief Luqman Hakim
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang. - Antara / Arief Luqman Hakim

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) nasional pada Juli 2020 sebesar Rp100,09 atau meningkat 0,49 persen dibandingkan dengan kinerja bulan sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan berdasarkan subsektor seluruhnya mengalami kenaikan, kecuali tanaman pangan dan hortikultura. Untuk tanaman pangan turun 0,52 persen dari 100,42 persen ke 100,18 persen.

Menurutnya, penurunan terjadi karena indeks harga petani yang dibayar turun tapi penururnan indeks yang diterima lebih tajam. Hal itu disebabkan karena karena gabah turun, harga jagung juga, dan komoditas lainnya seperti kacang tanah dan kacang hijau.

Adapun untuk penurunan hortikultura mengalami penurunan tajam hingga 0,74 persen, sehingga NTP-nya sebesar 99,77 persen. Penurunan indeks harga yang diterima petani lebih tajam dari yang dibayar karena bawang merah turun dan beberapa komoditas lain seperti wortel, nanas, dan lainnya.

"Pergerakan NTP, hampir mirip dengan NTUP. indeks yang dibayar untuk NTUP yang dicover hanya biaya produksi. Seluruh subsektor hanya tanaman pangan dan holtikultura yang turun NTUP-nya," katanya dalam paparan, Senin (3/8/2020).

Untuk harga gabah di tingkat petani tercatat terjadi kenaikan di 28 provinsi. Harga gabah kering panen Juli 2020 senilai Rp4.788 per kilo atau naik 1,44 persen dari bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan 2019 terjadi nekaikan 3,68 persen.

Adapun gabah kering giling, lanjut Suhariyanto, mengalami penurunan karena kualitas turun akibat kadar air meningkat. "Gabah penggilingan hampir sama [kinerjanya] dengan NTP, tahunannya naik. Beras sumbang deflasi juli 2020 0,01 persen,"

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bps petani nilai tukar petani
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top