Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemendag : Revitalisasi Bikin Omzet Pasar Rakyat Naik 20 Persen

Kementerian Perdagangan menargetkan pembangunan 143 unit pasar di 140 kota dan kabupaten pada tahun ini
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  15:58 WIB
Sejumlah pedagang menunggu pembeli di Pasar Bandung Kimpling, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5 - 2020). /ANTARA
Sejumlah pedagang menunggu pembeli di Pasar Bandung Kimpling, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5 - 2020). /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA-Kementerian Perdagangan melaporkan adanya kenaikan nilai penjualan melampaui 20 persen pada pasar rakyat yang telah direvitalisasi.

Selama 2015-2019, sebanyak 5.273 unit pasar di berbagai wilayah di Indonesia telah menjadi sasaran program tersebut.

“Menurut evaluasi kami, secara umum dibandingkan dengan sebelum direvitalisasi, pasar rakyat mengalami peningkatan omzet rata-rata di atas 20 persen, bahkan ada yang sampai 100 persen. Artinya dengan adanya peningkatan omzet ini, perekonomian di tingkat pasar rakyat mengalami peningkatan melalui transaksi yang ada,” kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto dalam konferensi pers, Rabu (29/7/2020).

Suhanto mengemukakan peningkatan penjualan ini banyak dipengaruhi oleh pembenahan fisik dan manajemen yang dilakukan pada pasar-pasar target revitalisasi. Revitalisasi ini pun disebutnya banyak mendorong peralihan kunjungan konsumen yang sebelumnya lebih memilih ritel modern.

“Revitalisasi ini tak hanya menyasar fisik, tapi juga manajemennya. Kami memiliki prototipe pasar rakyat sehingga pasarnya sudah sesuai standar kebersihan dan arus kunjungan. Artinya pengunjung yang lebih memilih pasar modern, dengan pasar rakyat yang tertata rapi mereka akan berkunjung,” ujarnya.

Meski hasil evaluasi memperlihatkan adanya kenaikan penjualan pada pasar yang telah direvitalisasi, Suhanto tak memungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan omzet bagi pedagang.

Berdasarkan pantauan Kemendag di lapangan, pedagang di pasar rakyat setidaknya merasakan penurunan penjualan di kisaran 20 sampai 30 persen.

Terlepas dari menurunnya penjualan akibat daya beli masyarakat yang terganggu selama pandemi, program revitalisasi pasar pada 2020 sendiri dipastikan Suhanto akan terus berlanjut.

Pada tahun ini, Kemendag menargetkan pembangunan 143 unit pasar di 140 kota dan kabupaten sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 54 Tahun 2020.

“Survei kami pada 2012 menunjukkan ada 9.956 unit pasar rakyat yang dalam kondisi rusak. Untuk sisanya kami minta Kementerian Keuangan dan Bappenas untuk melanjutkan sisa pasar yang belum tersentuh, termasuk 2020 ini kami akan lanjutkan dengan usulan dari pemerintah daerah,” lanjut Suhanto.

Suhanto meyakini aktivitas perdagangan di pasar rakyat dapat terus menopang aktivitas ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Selain membidik pembenahan fisik, dia juga memastikan bahwa revitalisasi juga menyasar pembenahan pengelolaan pasar.

Selain itu, Suhanto juga memastikan bahwa pihaknya terus memfasilitasi pertemuan pedagang dan konsumen demi menjaga transaksi.

“Selain pembangunan fisik, kami juga melakukan fasilitasi untuk mempertemukan pasar rakyat yang tertata dengan mekanisme perdagangan daring yang bekerja sama dengan layanan antar seperti di Go-Jek dan Grab. Beberapa pasar sudah menjalin komunikasi dan mengurangi pertemuan di pasar,” kata Suhanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag Pasar Tradisional
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top