Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pesanan Tiket AirAsia Melonjak 400 Persen, Tapi Belum Capai Target

AirAsia Indonesia mencatatkan peningkatan pemesanan tiket hingga lebih dari 400 persen dan total penjualan kursi lebih dari 19.000 kursi dalam kurun waktu satu bulan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  15:50 WIB
Penumpang bersiap menaiki pesawat Air Asia, pada penerbangan perdana tujuan Pontianak-Kuching Malaysia di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (5 - 6).Antara/Muhammad Iqbal
Penumpang bersiap menaiki pesawat Air Asia, pada penerbangan perdana tujuan Pontianak-Kuching Malaysia di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (5 - 6).Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMMP) mencatakan lonjakan pemesanan tiket hingga sebesar 400 persen setelah membuka operasionalnya kembali selama sebulan, tetapi jumlah tersebut masih jauh dari target jangka panjang.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga mengatakan lonjakan masih belum sesuai dengan target jangka panjang karena target perusahaan saat ini memulihkan frekuensi penerbangan setidaknya 50 persen dari total operasional sebelumnya.

"Untuk meningkatkan jumlah permintaan tersebut secara perlahan perusahaan memulai layanan drive thru rapid test dengan harga terjangkau. Selain itu secara bertahap pihaknya juga sedang berfokus memperluas jangkauan rute-rute domestik dan optimalisasi layanan fly-thru (transit) domestik yang akan menghubungkan rute-rute domestik," jelasnya, Minggu (26/7/2020).

Sebelumnya, AirAsia Indonesia mencatatkan peningkatan pemesanan tiket hingga lebih dari 400 persen dan total penjualan kursi lebih dari 19.000 kursi dalam kurun waktu satu bulan. Tren permintaan menunjukan kenaikan bertahap yang signifikan dilihat dari peningkatan aktivitas pencarian tiket di situs AirAsia sebesar 80 persen sejak awal pengoperasian kembali.

“Jakarta-Bali dan Surabaya-Kuala Lumpur merupakan rute domestik dan internasional yang paling diminati saat ini,” jelasnya.

Menurutnya, pertumbuhan ini dipengaruhi oleh beragam faktor. Salah satunya upaya pemerintah dalam mengedukasi mengenai prosedur bepergian di masa adaptasi kebiasaan baru yang direspons baik oleh masyarakat.

Pihaknya telah mengantisipasi dengan menambah frekuensi penerbangan secara bertahap pada sejumlah rute yang dilayani dan memperluas jangkauan destinasi AirAsia.

Maskapai nasional tersebut kini juga telah hadir di enam destinasi domestik, yaitu Jakarta, Medan, Bali, Surabaya, Yogyakarta, dan Lombok, serta Kuala Lumpur dan Penang untuk destinasi internasional.

AirAsia Indonesia memproyeksikan tren perjalanan saat ini menunjukan minat bepergian yang meningkat tidak hanya untuk perjalanan penting jangka waktu segera, tetapi juga untuk beberapa bulan ke depan.

"Hal ini selaras dengan rencana pemulihan ekonomi oleh beberapa pemerintah daerah untuk membuka kembali sejumlah objek wisata dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan,” tambah Vera.

Sejak berhibernasi hingga saat ini, maskapai dengan kode saham CMPP tersebut juga telah melayani 15 penerbangan sewa (charter) yang berhasil membantu misi repatriasi, mobilisasi tenaga kerja, dan pengiriman logistik dan bantuan ke sejumlah kota di Indonesia dan negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airasia penerbangan maskapai penerbangan
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top