Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jaga Kunjungan Wisman, Indonesia Bidik Thailand dan Indochina

Indonesia membidik pasar wisman dari Thailand dan Indochina untuk mempertahankan tingkat kunjungan selama pandemi Covid-19.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  14:23 WIB
Andong di Malioboro Yogyakarta - Istimewa
Andong di Malioboro Yogyakarta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya mempertahankan kinerja kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dengan membidik pasar Thailand dan Indochina.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Vinsensius Jemadu mengatakan Indonesia memberikan informasi terbaru kepada para pelaku industri di Thailand dan Indochina terkait dengan hal-hal yang sudah dikerjakan oleh untuk mempersiapkan destinasi wisata dalam menyambut wisman.

"Agar pariwisata Indonesia tetap terjaga eksistensinya di pasar Thailand dan Indochina sehingga harus tetap menjalin kerja sama dengan mitra-mitra industri pariwisata," kata Vinsensius dalam siaran pers, Jumat (24/7/2020).

Dia menuturkan upaya menjaga koneksi terhadap pasar internasional serta mempersiapkan diri dalam menghadapi era adaptasi kebiasaan baru adalah melalui penerapan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman pada Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 86,90 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Mei 2019. Di sisi lain, pola permintaan wisatawan berubah akibat pandemi Covid-19, yang lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan.

Pihaknya telah melakukan promosi mengenai kampanye InDOnesia CARE (I DO CARE) yang lebih memfokuskan kepada protokol Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) di masing-masing destinasi, misalnya di Yogyakarta.

Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dipilih karena merupakan destinasi wisata favorit wisatawan mancanegara asal Thailand dan Indocina. Selain itu, memiliki kemiripan kebudayaan, makanan, dan kesamaan kepercayaan.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT. Taman Wisata Candi, Hetty Herawati, menjelaskan bahwa Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko telah melakukan berbagai kesiapan dalam melaksanakan protokol kesehatan di era normal baru.

"Wisawatan yang hendak memasuki kawasan destinasi wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko akan dicek suhu tubuhnya, diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan, melakukan physcal distancing, serta membeli tiket secara online," kata Hetty.

Adapun, Manajer Operasional Miramar Service Thailand Prinya Patharaphum menegaskan selain mengunjungi Candi Borobudur dan Prambanan, wisatawan Thailand juga akan menyasar tempat kuliner dan tempat perbelanjaan daerah setempat seperti jalan Malioboro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kemenparekraf
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top