Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelni Ungkap Alat Buatan Eropa yang Bikin Hemat Biaya Operasional

Pelni memasang alat tambahan buatan eropa yang diklaim dapat menghemat biaya operasional Rp2,5 miliar per tahun di setiap kapal penumpang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  13:34 WIB
KM Kelud.  - Dok. Pelni
KM Kelud. - Dok. Pelni

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni melakukan sejumlah upaya efisiensi di tengah masa adaptasi kebiasaan baru akibat penyebaran virus Covid-19 ini, termasuk memasang alat tambahan yang dapat menghemat Rp2,5 miliar per tahun di setiap kapalnya.

Sejak Covid-19 merebak di Indonesia pertengahan Maret 2020, sejumlah pemerintah daerah mengambil langkah pencegahan dengan menutup akses pelabuhan bagi aktivitas kapal penumpang. Alhasil, Pelni kehilangan pemasukan utamanya dari aktivitas mengangkut penumpang.

Direktur Armada Pelni Tukul M. Harsono mengatakan terdapat efek operasional dan finansial yang menuntut penyesuaian cepat dan mengambil langkah strategis. Salah satunya, menggunakan terobosan pemasangan energoprofin, berupa perangkat keras buatan Eropa, untuk mendukung kinerja baling-baling induk.

"Energoprofin ini berbentuk baling-baling yang lebih kecil, ditempatkan di belakang baling-baling induk. Dengan bantuan energoprofin, baling-baling induk dapat menghasilkan dorongan yang lebih maksimal," katanya dalam siaran pers, Kamis (23/7/2020).

Menurutnya, dari penggunaan energoprofin, perusahaannya dapat melakukan efisiensi BBM di kisaran 3-5 persen. Bila dikonversi dalam rupiah, untuk satu kapal penumpang tipe 2.000 penumpang dalam sebulan bisa menghemat Rp200 juta atau Rp2,5 miliar per tahun.

Dengan demikian, lanjutnya, jika dihitung 2,5 miliar per tahun dikalikan 26 kapal yang digunakan Pelni, efisiensi dapat mencapai Bisa dihitung penghematan untuk 26 kapal dalam setahun secara total Pelni dapat menghemat Rp65 miliar biaya BBM.

Pelni menginvestasikan Rp1,4 miliar untuk kebutuhan dua propeller energoprofin di satu kapal. Artinya, memerlukan biaya investasi Rp36,4 miliar guna melengkapi seluruh kapalnya dengan baling-baling ini.

Investasi tersebut, terangnya, sepadan dengan besaran biaya yang dapat dihemat perusahaan. Pasalnya, hanya dalam kurun waktu 6,6 bulan setelah pemasangan telah mencapai break even point (BEP) atau balik modal.

Pada awal 2020, Pelni sudah memasang energoprofin di dua unit kapal penumpang, dan akan menyusul empat kapal lagi pada 2020 ini, sehingga total terdapat enam unit kapal yang dipasang baling-baling canggih ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal pelni
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top