Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala BKPM Optimistis Aliran Investasi Semester II/2020 Bisa Pulih

Optimisme peningkatan realisasi investasi pada kuartal II/2020 membuat Kepala BKPM tidak mengubah target investasi tahun ini.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  12:07 WIB
Kepala BKPM Optimistis Aliran Investasi Semester II/2020 Bisa Pulih
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan pemaparan dalam seminar Indonesia Economic & Investment Outlook 2020 di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini realisasi investasi pada semester II/2020 akan lebih baik.

Menurutnya, pengalaman pada kuartal II/2020 akan jadi cambukan untuk pelajaran untuk BKPM bangkit di semester II/2020.

"Makanya saya tidak revisi target investasi Rp817,2 triliun, kecuali kasus Covid-19 besok naik lagi," ungkap Bahlil dalam siaran konferensi pers realisasi investasi kuartal II/2020, Selasa (22/7/2020).

Bahlil mengungkapkan BKPM sekarang memakai strategi. Bagi investor yang membawa modal teknologi, BKPM siap membantu mencarikan lahan murah serta perizinan yang cepat.

BKPM saat ini lebih proaktif. Jika dulu investor yang mengejar, sekarang BKPM yang kejar investor. "Di samping itu, tenaga kerja jangan mahal dan jangan ada pungli," kata Bahlil.

Dengan demikian, investor asing berminat masuk ke Indonesia. Dalam hal ini, Bahlil menegaskan pihaknya tidak hanya mendorong investor asing masuk ke Tanah Air. BKPM juga merangkul investor dalam negeri untuk menanamkan modalnya.

Bahkan, dia mengungkapkan BKPM juga membantu UMKM yang mau mengembangkan usahanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm bahlil lahadalia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top