Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyelundupan Kayu Ilegal, KLHK Endus Pemalsuan Surat Sah Hasil Hutan

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra, Muhammad Nur mengatakan 175,3380 meter kubik kayu olahan ilegal jenis Merbau dan Meranti asal Maluku ditemukan dalam gudang penampungan kayu milik pelaku berinisial UD di Jalan Bengkunis Wuring, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  11:31 WIB
Ilustrasi - Beberapa petugas Bea Cukai Jatim, memeriksa satu dari enam kontainer berisi kayu ilegal, di Terminal Petikemas Surabaya, Selasa (6/5). Enam kontainer yang berisi kayu Merbau, Sono dan Papi sebanyak 100 kubik lebih yang akan dikirim ke Belanda dan Cina ini dinyatakan ilegal, karena spesifikasi kayu di dokumen tidak sesuai dengan spesifikasi Bea Cukai.  - FOTO ANTARA/Eric Ireng
Ilustrasi - Beberapa petugas Bea Cukai Jatim, memeriksa satu dari enam kontainer berisi kayu ilegal, di Terminal Petikemas Surabaya, Selasa (6/5). Enam kontainer yang berisi kayu Merbau, Sono dan Papi sebanyak 100 kubik lebih yang akan dikirim ke Belanda dan Cina ini dinyatakan ilegal, karena spesifikasi kayu di dokumen tidak sesuai dengan spesifikasi Bea Cukai. - FOTO ANTARA/Eric Ireng

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Komodo Balai Penegakkan Hukum KLHK, Wilayah Jabalnusra mengamankan 175,3380 meter kubik kayu olahan ilegal jenis Merbau dan Meranti asal Maluku.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra, Muhammad Nur mengatakan kayu tersebut ditemukan dalam gudang penampungan kayu milik pelaku berinisial UD di Jalan Bengkunis Wuring, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah melakukan pemeriksaan, penyidik menemukan 2 lembar dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK) palsu dan 2 lembar dokumen SKSHHK asli.

Dia menyebut terungkapnya kasus ini berawal dari informasi adanya kapal layar motor (KLM) Malawalie 09 yang diduga mengangkut kayu ilegal dengan menggunakan dokumen SKSHHK palsu.

Kapal layar motor tersebut berasal dari Pelabuhan Wahai Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dengan tujuan Pelabuhan Wuring Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. Kini kapal itu turut diamankan petugas.

“Saat itu juga kami segera menurunkan tim SPORC untuk melakukan operasi penegakan hukum terhadap aksi ilegal tersebut”, jelas Muhammad.

Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui KLM Malawalie 09 memuat kayu illegal di Tanjung Pemali, Pelabuhan Wahai Seram pada 21 hingga 26 Juni 2020.

Setelah muatan kayu penuh, dengan berbekal dokumen SKSHHK palsu dari CV AA, industri primer di Dusun Parigi, Desa Wahai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, pada 29 Juni KLM Malawie berangkat menuju Pelabuhan Wuring dan berlabuh seminggu kemudian.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK, Sustyo Iriyono, mengatakan bahwa modus operandi pelaku dari cara konvensional telah berubah dengan memanfaatkan keahlian IT untuk mengangkut kayu-kayu ilegal. Dokumen SKSHHK yang dilengkapi dengan barcode ternyata bisa dipalsukan oleh mereka.

“Kami menemukan juga SKSHHK palsu di beberapa wilayah. Apabila ada keterlibatan oknum aparat yang turut membantu kejahatan ini, kami berkomitmen untuk menindak tegas sesuai peraturan,” tegas Sustyo.

Saat ini Penyidik KLHK sedang mendalami keterangan dari para pelaku. Apabila terbukti, para pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16 Jo. Pasal 88 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, dan/atau ayat (2) UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Bagi pelaku perseorangan diancam pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kayu legalitas kayu klhk
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top