Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kadin Sebut Pelonggaran PSBB Mulai Pulihkan Dunia Usaha

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani mengaku pada periode Mei-Juli sejumlah indikator usaha membaik, kendati masih berat.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  18:29 WIB
(kiri-kanan) Pengacara Hotman Paris Hutapea bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengadakan diskusi publik soal Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu 14 Maret 2020. - Tempo / EKO WAHYUDI.
(kiri-kanan) Pengacara Hotman Paris Hutapea bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengadakan diskusi publik soal Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu 14 Maret 2020. - Tempo / EKO WAHYUDI.

Bisnis.com, JAKARTA – Pemulihan kinerja ekonomi nasional diakui sudah mulai terasa pada Mei hingga Juli 2020 kendati terbilang masih berat dibandingkan situasi normal.

Hal itu diakui Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani. Perbaikan kondisi itu, jelasnya, terjadi sejalan dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Beberapa angka pada Mei ke Juli ini seperti penjualan sepeda motor naik 500 persen, penjualan semen juga naik banyak, dan beberapa kegiatan ekonomi sudah berjalan,” kata Rosan, Selasa (21/7/2020).

Rosan mengatakan, banyak perusahaan yang juga sudah melaporkan telah mempekerjakan kembali para karyawan yang sempat dirumahkan. Padahal, sebelumnya ada jutaan pekerja yang terpaksa dirumahkan akibat pandemi virus Corona atau Covid-19.

“Data di Kadin sampai 6 juta orang yang dirumahkan, ini sudah mulai dipekerjakan kembali terutama di restoran atau usaha makanan dan minuman secara umum. Ini cukup membantu dari segi daya beli walaupun tidak 100 persen pegawai bekerja, masih berkisar 50 persen yang kembali [bekerja],” imbuh Rosan.

Rosan menilai, walaupun belum maksimal, tekanan yang dialami pemilik usaha sudah berkurang dengan adanya PSBB transisi. Kebijakan ini perlu dilengkapi dengan kebijakan lain untuk menjaga daya beli masyarakat.

Restrukturisasi perbankan misalnya, yang juga sudah mulai berjalan. Data Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan pangsa yang sudah melakukan restrukturisasi yaitu dari korporasi 25 persen dan UMKM 50 persen atau Rp550 triliun dan sudah direalisasi senilai Rp300 triliun.

“Ini mengurangi tekanan kepada korporasi dan UMKM walaupun harapannya ada sekarang juga ada bantuan modal kerja untuk UMKM,” tambahnya.

Mendorong pemakaian produk dalam negeri juga disebutnya bisa mencegah kebocoran dalam perekonomian dan bisa mendorong perekonomian dari dalam negeri. Walaupun masih ada beberapa sektor yang melakukan impor seperti tekstil, harapannya kalau tidak betul-betul dibutuhkan, impor bisa dikurangi.

“Selain itu, bantuan tunai juga jadi harapan dari dunia usaha, karena ini benar-benar bisa menggerakkan roda perekonomian terutama dari UMKM dalam jangka waktu yang relatif singkat,” ungkapnya.

Kemudian, kata Rosan, pemerintah diharapkan juga bisa mendorong proyek strategis nasional yang bisa menyerap tenaga kerja yang besar. Pasalnya, penyerapan tenaga kerja sangat diperlukan saat ini selain bantuan tunai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin Virus Corona rosan p roeslani covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top