Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tuntaskan PLBC dan RDMP Cilacap, Menko Luhut Apresiasi Pertamina

Menko Luhut memberrikan apresiasinya kepada Pertamina usai merampungkan PLBC dan menargetkan TKDN proyek RDMP Cilacap mencapai 50 persen.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  23:25 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). Pemeriksaankondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). Pemeriksaankondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mendapatkan apresiasi dari Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Panjaitan usai menuntaskan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 41,52 persen dan target TKDN 50 persen pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap.

Luhut menuturkan Pertamina sudah sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang selalu menekankan untuk memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri, termasuk dalam pengelolaan energi baru dan terbarukan.

“Semua yang bisa dibuat di dalam negeri, agar dibuat di dalam negeri. Itulah Indonesia yang disebut era new normal,” ujar Luhut dalam siaran pers, Selasa (21/7/2020).

Selain kunjungan ke RDMP Cilacap, Luhut juga meninjau PLBC yang telah terintegrasi dengan Kilang Cilacap. Menurutnya, sejak beroperasinya PLBC, produksi Pertamax RON 92 di Kilang Cilacap meningkat signifikan menjadi 1,6 juta barrel per bulan dari sebelumnya 1 juta barrel.

Luhut juga kembali mengapresiasi Pertamina atas selesainya PLBC pada 2019 dan kemajuan TKDN yang lebih baik. IKe depannya diharapkan memiliki cakupan lebih luas, tidak hanya di pembangunan sipil, tetapi juga komponen lainnya dalam pembangunan infrastruktur. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan dari total capex proyek PLBC senilai US$392 juta dan penyerapan 3.000 tenaga kerja, Pertamina berhasil menerapkan TKDN di atas target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 30 persen.  

"Saat ini, Pertamina terus mendorong implementasi TKDN pada RDMP Cilacap dengan target minimal 40 persen hingga maksimal 50 persen dari total investasi US$5,8 miliar dan penyerapan 20.000 pekerja pada puncak konstruksi dan 500-800 orang pada saat operasional," katanya.

Menurutnya, dengan penerapan TKDN yang tinggi, diharapkan bisa memberikan multiplier effect terhadap GDP sebesar US$2 miliar. 

Dalam 3 tahun terakhir, imbuhnya, TKDN dalam proyek Pertamina terus mengalami peningkatan. Sesuai hasil audit BPKP tahun 2018, TKDN Pertamina mencapai 38,17 persen dan naik menjadi 43,16 persen pada tahun 2019. Sementara sesuai prognosa kuartal I/2020, TKDN Pertamina mencapai 52,20 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan pertamina
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top