Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tidak Efisien, Qatar Airways Setop Gunakan A380

Qatar Airways akan menghentikan operasional penerbangan A380 sampai tingkat permintaan penumpang kembali normal.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  19:11 WIB
Ilustrasi pesawat Airbus SAS A380 lepas landas di Bandara Sydney, Australia. - Bloomberg.
Ilustrasi pesawat Airbus SAS A380 lepas landas di Bandara Sydney, Australia. - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Qatar Airways telah memutuskan untuk memberhentikan pesawat Airbus A380 karena tidak terjustifikasi secara lingkungan dan komersial untuk mengoperasikan pesawat yang besar pada kondisi pasar saat ini.

Chief Executive Qatar Airways Group Akbar Al Baker mengatakan maskapai dapat terus terbang ke berbagai rute yang secara keseluruhan memiliki tingkat permintaan yang rendah dengan menggunakan pesawat pilihan dan sesuai dengan kapasitas masing – masing pasar.

Mmaskapai akan menggunakan pesawat yang paling efisien pada setiap rute. Maskapai yang berbasis di Doha tersebut mengoperasikan seluruh pesawat A350 serta Boeing 787 untuk penerbangan repatriasi serta menyediakan kapasitas pengiriman udara untuk mendukung perniagaan global serta pengiriman bahan-bahan penting dan alat-alat medis.

“Oleh sebab itu, kami tidak akan mengoperasikan pesawat A380 hingga permintaan kembali pada tingkat yang sesuai. Setelah mempelajari lebih dalam mengenai angka dampak lingkungan, menerbangkan pesawat besar dengan load factor rendah tidak akan memenuhi tanggung jawab kami kepada lingkungan atau membuat keputusan komersial yang masuk akal. Pesawat muda A350 serta Boeing 787 kami merupakan pesawat-pesawat yang cocok untuk permintaan global saat ini,” jelasnya melalui keterangan resmi, Senin (20/7/2020).

Saat ini Qatar Airways merupakan operator terbesar untuk pesawat seri A350 dan merupakan pelanggan pertama untuk A350-900 dan A350-1000. Dengan total 49 varian dari pesawat A350 dengan umur rata – rata 2,5 tahun serta kapasitas kursi optimal dengan pasar saat ini.

Menurutnya A350 diposisikan secara sempurna untuk membantu maskapai dalam membangun jaringan kembali. Selain itu, 30 dari pesawat Boeing 787 Qatar Airways juga menyediakan kapasitas yang sesuai dan tepat untuk rute Amerika, yang saat ini pasar tersebut sedang memulihkan diri.

Pada saat dunia mempersiapkan diri untuk kembali bangkit dari krisis Covid-19 ini, pesawat A350 merupakan pesawat pilihan yang penting secara strategis untuk rute-rute jarak jauh seperti kawasan Amerika, Eropa dan Asia-Pasifik.

“Kami mengambil tanggung jawab untuk peduli terhadap lingkungan secara serius dan keberlanjutan dan berada di garis depan dalam perencanaan bisnis. Hal inilah yang menyebabkan kami memiliki rata- rata umur pesawat kurang dari lima tahun, salah satu yang termuda di dunia,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top