Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Berita Terpopuler, Jokowi Sebut Investasi Tidak Bisa Diandalkan untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2020

Jokowi yang menekankan bahwa Indonesia tidak bisa lagi berharap dari investasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi berita terpopuler di Bisnis.com pada Kamis (16/7/2020).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  10:03 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lahan yang akan dijadikan
Presiden Joko Widodo meninjau lahan yang akan dijadikan "Food Estate" atau lumbung pangan baru di Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). Pemerintah menyiapkan lumbung pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan dunia. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

1. Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi Sebut Investasi Tidak Bisa Diandalkan


Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan Indonesia tidak bisa lagi berharap dari investasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 2020. Di tengah pandemi Covid-19, belanja pemerintah akan menjadi tumpuan untuk menggenjot perekonomian.

Dilansir dari Tempo, pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam arahannya kepada para gubernur mengenai percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 Juli 2020, sebagaimana dikutip dari laman www.setkab.go.id.

Baca berita lengkapnya di sini.

2. AS Dukung Negara Penggugat Laut China Selatan, Beijing Tak Takut Diberi Sanksi


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan pihaknya akan mendukung negara-negara yang mengakui bahwa China telah melanggar klaim teritorial mereka di kawasan Laut China Selatan.

"Kami akan menggunakan berbagai instrumen yang kami miliki dan akan mendukung negara-negara di seluruh dunia yang mengakui bahwa China telah melanggar klaim teritorial hukum maupun klaim maritim mereka," kata Pompeo kepada wartawan seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (16/7/2020).

Baca berita lengkapnya di sini.

3. Horee... Naik Kereta Api Tak Perlu SIKM Lagi


Pengguna moda transportasi kereta api arak jauh kini tidak memerlukan surat izin keluar masuk (SIKM) karena sudah dihapus oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Para pengguna kini hanya perlu mengisi Corona Likelihood Metric (CLM) yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan sejak Selasa (14/7/2020), pengguna kereta jarak jauh sudah tidak memerlukan SIKM. Sebagai gantinya, pengguna dapat mengisi CLM pada aplikasi JAKI yang bisa diunduh di Google Play Store dan Apple App Store. Dia meminta masyarakat bersikap jujur dalam mengisi keterangan di CLM.

Baca berita lengkapnya di sini.

4. PUPR Mau Optimalisasi Aset Rp1.800 Triliun, Pak Basuki 'Colek' Sri Mulyani dan Sofyan Djalil


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan optimalisasi aset senilai Rp1.800 triliun yang tersebar di seluruh Indonesia. Kementerian PUPR akan menggandeng Kementerian Agraria dan Tata Ruang ATR) dan Kementerian Keuangan dalam upaya tersebut..

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan pihaknya terkendala regulasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang aset tanah, rumah, dan bangunan dalam upaya penertiban aset. Dia menambahkan, aset tersebut beradasarkan PMK hanya berstatus hak pakai sehingga tidak bisa menjadi jaminan perbankan.

Baca berita lengkapnya di sini.

5. AS Umumkan Pembatasan Visa untuk Karyawan Huawei


Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana memberlakukan pembatasan visa terhadap beberapa karyawan perusahaan asal China Huawei Technologies.

Menurut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, langkah tersebut diambil karena dipandang terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia oleh Partai Komunis China, termasuk terhadap Muslim dan minoritas lainnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Pertumbuhan Ekonomi china beijing huawei Berita Terpopuler
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top