Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pola Pasar Belum Stabil, Penjualan Hunian Brand Kuat Mulai Naik

Kondisi pasar perumahan mulai menunjukkan grafik peningkatan, tetapi pola pasar belum stabil, sehingga pengembang tetap harus berhari-hati.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  00:32 WIB
Perumahan di Taktakan, Serang, Banten, dalam proses pembangunan pada Senin (17/2/2020)./Antara - Asep Fathulrahman
Perumahan di Taktakan, Serang, Banten, dalam proses pembangunan pada Senin (17/2/2020)./Antara - Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi pasar perumahan Jabodebek-Banten sebagai benchmark pasar perumahan nasional menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sejak Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan, meski beberapa fenomena pergerakan pasar saat ini sulit dijelaskan secara pasti.

Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW), mengatakan hasil riset lembaga itu menunjukkan pasar belum membentuk pola pergerakan yang stabil walaupun proyek-proyek dengan brand yang sudah kuat di pasar relatif mengalami peningkatan penjualan lebih tinggi dibandingkan dengan brand lainnya.

Namun, dia menyatakan pergerakan pasar perumahan pada kuartal II/2020 secara umum cukup menggembirakan di tengah kondisi pandemi corona yang belum pulih.

Tren harga rata-rata per wilayah (Rp/unit)

LokasiQ2/2019Q3/2019Q4/2019Q1/2020Q2/2020%
Bekasi602.531.919492.851.168  589.616.646667.279.570741.670.65611.1
Bogor526.755.746  534.703.444661.478.161648.045.115766.955.02318.3
Cilegon254.080.761 346.541.579423.150.702428.735.974285.846.215-33.3
Depok737.866.047742.954.7781.117.289.333966.530.6671.035.131.5917.1
Jakarta1.975.939.000 2.120.452.2062.150.180.1292.311.961.3881.951.655.381-15.6
Serang368.189.758  269.487.000477.360.502415.293.421460.138.63310.8
Tangerang441.167.658 507.310.724492.257.652488.947.267478.558.035-2.1
Rata-rata520.227.267  509.430.947581.484.477585.074.117562.331.967-3.9

Menurut Ali, beberapa fenomena pergerakan pasar saat ini sulit untuk dijelaskan secara pasti, paling tidak dalam jangka pendek, karena pasar bergerak sangat dinamis. Kondisi ini masih harus diwaspadai, karena pola pergerakan pasar belum stabil.

“Peningkatan mungkin akan terjadi lagi pada triwulan berikutnya, bila kondisi pandemi tidak semakin buruk,” ungkapnya pada Rabu (15/7/2020) malam WIB.

Dia mengutarakan fenomena yang terjadi saat ini adalah terjadi pergeseran pasar ke segmen yang lebih rendah. Segmen menengah bergeser ke segmen menengah bawah yang membuat pertumbuhan di segmen harga properti kurang dari Rp300 juta mengalami kenaikan.

Sementara itu, tingkat permintaan di segmen harga di bawah Rp 1 miliar tumbuh cukup tinggi, tetapi secara harga jual rata-rata memperlihatkan penurunan.

Sebagian pengembang yang menyasar pasar di kisaran harga Rp500 juta sampai Rp1 miliar, terjebak dalam segmen harga ‘tanggung’.

Di beberapa lokasi, pasokan rumah dengan kisaran harga tersebut menjadi terlalu tinggi di tengah penurunan daya beli. Sebaliknya di wilayah dengan harga lahan yang sudah tinggi, celah pasar di segmen ini cukup besar, tetapi pengembang sulit memasok rumah di segmen ini, kecuali dengan resizing luasan.

“Beberapa pengembang akan mulai mencoba meluncurkan produk baru pada triwulan ketiga tahun ini untuk mengambil celah pasar ini,” ungkap Ali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top