Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19 Sadarkan Petani Pentingnya Literasi Digital

Co-Founder sekaligus Chief Operation Officer (COO) PakTaniDigital Yosephine Sembiring mengatakan pandemi Covid-19 membuat banyak pihak akhirnya tergantung dengan berbagai platform digital, tak terkecuali petani
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  18:48 WIB
Petani padi melakukan pemupukan di lahan sawahnya dengan pupuk urea bersubsidi. istimewa
Petani padi melakukan pemupukan di lahan sawahnya dengan pupuk urea bersubsidi. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 sukses menyadarkan petani akan pentingnya literasi digital untuk memasarkan berbagai jenis hasil pertanian secara langsung kepada konsumen tingkat akhir atau rumah tangga.

Co-Founder sekaligus Chief Operation Officer (COO) PakTaniDigital Yosephine Sembiring mengatakan pandemi Covid-19 membuat banyak pihak akhirnya tergantung dengan berbagai platform digital, tak terkecuali petani. Mereka mulai menyadari bahwa tengkulak tak bisa sepenuhnya diandalkan untuk memasarkan produknya.

Pasalnya, tengkulak seringkali membeli hasil pertanian dengan harga yang sangat murah dan tak jarang di bawah biaya produksi.

"Setelah pandemi Covid-19 petani mulai sadar dan dapat diedukasi dengan cepat karena mereka akhirnya sangat tergantung [dengan platform digital]," katanya dalam bincang-bincang virtual bersama Bisnis pada Rabu (15/7/2020).

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Pipin itu menjelaskan sebagian besar petani yang ada di Tanah Air berusia lebih dari 40 tahun. Sudah barang tentu, kemampuan mereka akan penguasaan teknologi digital tak sebaik petani-petani muda.

Namun, semangat mereka untuk belajar dan menguasai teknologi digital justru sangat tinggi. Mereka memulainya dengan memanfaatkan platform digital untuk mencari tahu informasi seputar pertanian hingga membeli peralatan penunjang.

"Perbandingannya 10 petani senior dan satu petani junior atau millenal. Banyak petani senior yang akhirnya tertarik dengan pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh kami, terutama terkait dengan penggunaan teknologi digital," ungkapnya.

Pipin menambahkan pelatihan yang dilakukan oleh PakTaniDigital tidak dilakukan sendirian. Pihaknya menggandeng pihak ketiga yang dinilai kompeten untuk memberikan pelatihan, baik secara daring maupun luring, termasuk kampus-kampus yang memiliki jurusan pertanian.

Tak hanya itu, PakTaniDigital juga bekerjasama dengan pemangku kepentingan agar para petani bisa merasakan manfaat dari pelatihan yang mereka ikuti secara langsung.

"Terakhir kami bekerjasama dengan BI (Bank Indonesia) Sumatra Utara untuk menyerap panen raya petani di Kabupaten Pakpak Bharat," ujar Pipin.

PakTaniDigital merupakan platform digital yang diperuntukkan bagi petani maupun pembeli hasil pertanian. Platform yang berbasis di Medan, Sumatra Utara itu menjembatani kebutuhan keduanya dan menyediakan berbagai informasi dari sumber-sumber yang kompeten.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petani literasi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top