Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Belum Bernafsu untuk Berpameran

Saat ini pelaku industri properti masih dalam tahap rekonsiliasi secara internal maupun ke pihak luar.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  17:42 WIB
Pengunjung mencari informasi pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengunjung mencari informasi pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Meskipun pemerintah telah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar, para pengembang properti masih mempertimbangkan untuk melakukan pameran maupun pembukaan marketing gallery

Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus mengatakan bahwa pelonggaran PSBB merupakan hal yang baik bagi setiap pengembang maupun dunia usaha.

Saat ini pelaku industri properti masih dalam tahap rekonsiliasi secara internal maupun ke pihak luar. Pameran atau pun yang bersifat aktivitas di luar seperti show unit masih perlu dipertimbangkan secara menyeluruh.

"Pameran dan aktivitas di luar show unit masih bahan pertimbangan," ujarnya kepada Bisnis, Senin (13/7/2020).

Hal ini seperti halnya pasar peminat, apakah segmentasi unit yang ditawarkan sudah cocok harga dan cara bayar. Pasalnya, saat ini end user masih ada, tetapi perlu diyakini mengenai unit yang dibutuhkan apakah telah sesuai dengan harapan ready stock atau masih dalam masa pembangunan agar waktu penyampaiannya sesuai dengan rencana.

"Juga mengenai buying power serta angsuran yang dapat diadopsi sesuai kesanggupan pada saat ditawarkan," katanya.

Alvin menilai pendekatan pasar apabila melalui pameran dapat dilakukan secara mandiri bukan kelompok karena saat ini pasar masih wait and see.

Menurutnya, basis data untuk calon pembeli yang lebih perlu diaktifkan dan undangan untuk berkunjung ke show unit atau marketing gallery akan lebih efektif dengan penerapan protokol kesehatan yang cukup ketat tentunya.

"Informasi mengenai produk banyak kami lakukan melalui web dan juga sosmed seperti IG, FB ataupun Youtube yang secara variatif tetap menarik terutama berupa visualisasi yang secara konsisten disebarkan. Edukasi pasar saat ini harus tetap dilakukan seperti Zoom Meeting, Webinar dan sebagainya," ucapnya.

Alvin menambahkan bahwa evaluasi atas setiap tindakan yang terjadi di pasar harus dilakukan dan dijadikan strategi baru agar penetrasi pasar tetap dapat berjalan.

Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Bidang Tata Ruang, Pengembangan Kawasan, dan Properti Ramah Lingkungan Hari Ganie menuturkan bahwa penjualan pengembang rumah komersial mengalami penurunan sekitar 50 persen karena daya beli menurun akibat dampak pandemi Covid-19.

"Masyarakat juga masih terkendala psikologis untuk datang ke pameran, terlebih sekarang angka Covid meningkat lagi," ujarnya.

Saat ini, kondisi masyarakat makin takut pandemi Covid 19. Dia mengungkapkan bahwa rencana pameran properti rutin pada November mendatang sepi peminat.

"Pengembang sekarang jualan pakai online, kalau mau lihat lapangan proyek pakai virtual tour. Namun, kami sih ada rencana bikin pameran dengan konsep bazar untuk pancing pasar bulan September ini, tetapi digabung dengan pameran yang bukan properti," tutur Hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran properti pengembang rumah
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top