Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bioskop Dibuka, APPBI: Belum Tentu Tingkatkan Pengunjung Mal

APPBI menilai bioskop yang kembali beroperasi tidak tentu serta merta meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat ke mal saat pandemi Covid-19.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  21:59 WIB
Bioskop CGV di Pacific Place. - Istimewa
Bioskop CGV di Pacific Place. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menilai bahwa kebijakan pembukaan bioskop yang direncanakan pada 29 Juli 2020 tidak akan memberikan dampak signifikan pada kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan.

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja pun meyakini bahwa jumlah penonton akan naik secara bertahap dengan sangat lambat, sehingga hal ini tidak akan mendongkrak kunjungan dengan signifikan.

“Saat bioskop beroperasional kembali, maka pada awal mula jumlah penonton tidak akan banyak. Jumlah pengunjung pusat perbelanjaan yang telah beroperasi ternyata sesuai dengan perkiraan kami bahwa jumlah pengunjungnya sampai dengan saat ini relatif masih sedikit yaitu hanya berkisar 20—40 persen saja,” tuturnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (13/7/2020).

Dia mengamini bahwa pembukaan bioskop ini dinilai menjadi pilihan yang sulit. Di satu sisi, pemerintah ingin kegiatan ekonomi dibuka tetapi di sisi lain ingin penyebaran Covid-19 ditekan, sehingga ketika ditanyakan apakah beroperasinya bioskop di 29 Juli 2020 mendatang adalah langkah yang tepat, dia mengatakan bahwa semua kembali atas setiap kebijakan pemerintah daerah (pemda).

Dia mengatakan bahwa rencana untuk beroperasionalnya kembali bioskop akan ditentukan oleh masing-masing Pemerintah Daerah setempat yang mana keputusan tersebut tentunya juga sangat tergantung kepada kondisi penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Jika memang kondisi penyebaran di suatu daerah relatif sudah terkontrol maka tentunya ijin dapat diberikan, tapi sebaliknya jika memang tingkat penyebaran di suatu daerah relatif masih tinggi maka dapat dipertimbangkan untuk ditunda beberapa waktu lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin pun mengatakan pemilihan tanggal tersebut bukan tanpa alasan melainkan atas pertimbangan yang matang.

“Kami sudah berdiskusi dengan rekan-rekan penyedia bioskop dan ada tanggal acuan untuk kembali mengoperasikan bioskop. Ada jeda waktu sampai 29 Juli ini, artinya kami ada dua minggu untuk menyiapkan berbagai strategi dan antisipasi, salah satunya kami masih ingin memantau situasi. Mudah-mudahan sampai waktu yang ditentukan kasus [Covid-19] menunjukan arah yang baik dan ada penurunan,” terangnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa tanggal tersebut merupakan pertimbangan atas Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat Di Tempat Dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 02/KB/2020 turut menjadi pertimbangan dari pihaknya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusat perbelanjaan mall bioskop
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top