Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Belum Bayar Dana Talangan Tanah ke Hutama Karya Rp1,88 Triliun

PT Hutama Karya (Persero) menyatakan sampai saat ini masih ada piutang pemerintah senilai Rp1,88 triliun yang merupakan dana talangan pengadaan tanah untuk proyek tol Trans Sumatra yang belum dibayarkan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  19:50 WIB
Sebagai upaya meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatra, pemerintah Indonesia melalui PT Hutama Karya (Persero) tengah membangun Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat untuk mempermudah akses dari Medan ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara. - Hutama Karya
Sebagai upaya meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatra, pemerintah Indonesia melalui PT Hutama Karya (Persero) tengah membangun Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat untuk mempermudah akses dari Medan ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara. - Hutama Karya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Hutama Karya (Persero) menyatakan sampai saat ini masih ada piutang pemerintah senilai Rp1,88 triliun yang merupakan dana talangan pengadaan tanah untuk proyek tol Trans Sumatera yang belum dibayarkan.

SEVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan menjelaskan proses administrasi pengembalian dana talangan tanah tersebut sudah sesuai dengan Perpres No 66 tahun 2020.

"Saat ini Hutama Karya masih memiliki piutang kepada pemerintah sebesar Rp 1,882 triliun yang merupakan dana talangan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dalam rangka pelaksanaan proyek strategis nasional," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya, saat ini masih terdapat senilai outstanding yang sudah diverifikasi oleh lembaga berwenang namun belum dibayarkan oleh pemerintah yakni senilai Rp495 milyar, dan sisanya Rp1,388 triliun masih dalam proses verifikasi oleh lembaga berwenang.

Fauzan menambahkan saat ini perseroan membutuhkan dukungan pembiayaan alternatif guna percepatan pembangunan jalan tol Trans Sumatra sepanjang 2.765 kilometer.

Pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah dan semua pemangku kepentingan yang terus memberikan dukungan dalam percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

"Kami masih tetap membutuhkan dukungan pemerintah dalam hal sumber-sumber pembiayaan alternatif yang memerlukan jaminan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya," ujarnya.

Dalam prosesnya hingga saat ini, JTTS yang dibangun oleh Hutama Karya menggunakan pendanaan yang berasal dari berbagai sumber mulai dari PMN tunai dari pemerintah, sindikasi perbankan, dukungan konstruksi, hingga global medium term notes atau GMTN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutama karya tol trans sumatera
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top