Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ruang Udara Indonesia Mulai Ramai, AirNav Indonesia Lakukan Ini

AirNav Indonesia melaporkan adanya tren peningkatan pergerakan pesawat sejak awal Juni 2020 hingga awal Juli 2020 di ruang udara Indonesia.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  13:57 WIB
Caption: Seorang pegawai AirNav sedang mengamati pergerakan pesawat di Air Traffic Controller Working Positions Bandara Supandio Pontianak - Bisnis.com/Rio Sandy Pradana.
Caption: Seorang pegawai AirNav sedang mengamati pergerakan pesawat di Air Traffic Controller Working Positions Bandara Supandio Pontianak - Bisnis.com/Rio Sandy Pradana.

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia siap mengelola pergerakan pesawat udara traffic movement yang berangsur meningkat di seluruh ruang udara Indonesia.

Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno mengatakan data trafik pergerakan yang dihimpun menunjukkan tren peningkatan sejak awal Juni 2020 hingga awal Juli 2020 dibandingkan dengan pada Mei 2020. Total pergerakan pesawat udara yang dikelola di 285 Cabang pada Juni 2020 adalah sebanyak 51.228 pergerakan, atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan pada Mei 2020 sebanyak 27.433 pergerakan.

“Memang jika dibandingkan dengan pada kondisi normal, peningkatan ini masih belum signifikan. Kami contohkan, data traffic movement pada Mei 2019 adalah sebanyak 162.426 pergerakan dan untuk Juni 2019 sebanyak 169.248 pergerakan,” ujarnya, Senin (6/7/2020).

Dia menjelaskan saat ini AirNav Indonesia melayani total 657.554 pergerakan pesawat udara sampai dengan kuartal II/2020. Sementara itu, lanjutnya, pada kuartal II/2019, AirNav Indonesia melayani 1.000.635 pergerakan pesawat udara.

Alhasil, Pramintohadi menuturkan secara garis besar pergerakan pesawat udara pada Januari sampai dengan Maret 2020 masih dalam kondisi normal tetapi penurunan signifikan memang terjadi pada April sampai dengan Juni 2020 akibat pandemi Covid-19. Dalam mengantisipasi pergerakan pesawat udara yang berangsur meningkat, AirNav juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Terutama, kata dia, untuk personel layanan navigasi penerbangan agar terus menjaga kemampuan air traffic controller (ATC) dengan berlatih menggunakan simulator. Hal ini krusial untuk menjaga kemampuan dan ketersediaan sumber daya manusia agar dapat terus memberikan layanan navigasi penerbangan secara prima.

Sementara itu untuk peralatan navigasi penerbangan, Pramintohadi menegaskan prosedur perawatan berkala dan penerapan remote maintenance untuk peralatan communication, navigation, surveillance and automation (CNS-A) yang dimiliki AirNav Indonesia, terus dilakukan sesuai dengan standar keselamatan baik yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan maupun International Civil Aviation Organization (ICAO).

Bahkan secara teknis, prosedur air traffic flow management (ATFM) yang dilakukan melalui aplikasi slot penerbangan berbasis daring, Chronos akan dioptimalkan menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang saat ini berlaku di sektor penerbangan nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan AirNav
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top