Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hari Pertama TSS Selat Sunda dan Lombok Diklaim Lancar

Kemenhub menilai pelaksanaan TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok pada hari pertama berjalan lancar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  17:53 WIB
Kapal KN Trisula P.111 dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yang dikerahkan untuk patrol persiapan traffic separation scheme (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok. - Dok. Ditjen Perhubungan Laut
Kapal KN Trisula P.111 dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yang dikerahkan untuk patrol persiapan traffic separation scheme (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok. - Dok. Ditjen Perhubungan Laut

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai pelaksanaan pemisahan bagan alur laut atau traffic separation scheme (TSS) hari pertama pada Rabu (1/7/2020) berjalan baik. Sementara itu, Badan Keamanan Laut (Bakamla) tetap menjalan tugas sebagaimana fungsinya.

Direktur Kenavigasian Laut Kemenhub Hengki Angkasawan mengatakan seluruh unsur kenavigasian berjalan baik dan pihak Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) melakukan monitor pergerakan kapal langsung di kedua selat.

"Saat ini semua unsur di kenavigasian dan KPLP memonitor pergerakan kapal yg melintas di dua selat yaitu Selat Sunda dan Lombok, kami mendapatkan laporan dari petugas VTS [vessel traffic service] Merak dan Benoa berjalan baik dan telah mengikuti SOP yang berlaku," jelasnya kepada Bisnis.com, Rabu (1/7/2020).

Sementara itu, lalu lintas kapal yang beraktivitas di Selat Sunda kurang lebih 145 kapal per hari dan kurang lebih 53.068 pergerakan kapal per tahun termasuk ALKI I. Hal ini dapat berakibat pada resiko kecelakaan kapal yang cukup tinggi sehingga dibentuklah TSS di jalur selat ini.

Adapun, Selat Lombok terkenal sebagai salah satu lintasan utama throughflow Indonesia yang terjadi pertukaran air antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Selat Lombok juga termasuk dalam ALKI II sehingga lalu lintas pelayarannya cukup ramai.

Dalam sehari, minimal 100 kapal dari berbagai negara melintas di perairan Selat Lombok. Hengki menyebut Kemenhub akan terus melakukan evaluasi secara berkala dengan melihat perkembangan dan dinamika di lapangan.

Sementara itu, terkait saluran komunikasinya, di Selat Sunda dilaksanakan melalui Radio VHF pada channel 22 atau 16 dengan nama panggil Merak VTS. Kemudian, Selat Lombok melalui Radio VHF pada channel 68 atau 16 dengan nama panggil Benoa VTS.

Sementara itu, Direktur Kerjasama Kelembagaan Kolonel Badan Keamanan Laut (Bakamla) Salim menegaskan bahwa kewenangan penuh aktivitas TSS ada di Kementerian Perhubungan. Pihaknya, tetap melakukan tugas dan fungsinya.

"TSS leading sector-nya Kemenhub, Bakamla sesuai tugas pokok dan fungsinya saja," katanya melalui pesan singkat.

Badan Keamanan Laut mempunyai tugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Dalam melaksanakan tugas, Badan Keamanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top