Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stafsus Menkeu: Penempatan Uang Negara di Bank Umum Sebagai Langkah Antisipatif

Penempatan uang negara seperti yang diatur dalam PMK No.70/2020 ini sejalan dengan tujuan awal program pelaksanan PEN.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  17:45 WIB
Menteri BUMN Eric Thohir dalam konferensi pers terkait dengan penunjukkan bank Himbara sebagai bank mitra umum pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (24/6/2020) -  Istimewa
Menteri BUMN Eric Thohir dalam konferensi pers terkait dengan penunjukkan bank Himbara sebagai bank mitra umum pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (24/6/2020) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan penempatan uang negara ke bank mitra umum harus dilihat sebagai tindakan antisipatif untuk menjamin ketersediaan likuiditas yang dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo soal implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.70/2020.

"Ini sebenarnya bukan ekspansi. Tapi memberi alternatif buat yang butuh dana dalam rangka recovery," kata Prastowo, Rabu (24/6/2020).

Prastowo menambahkan penempatan uang negara seperti yang diatur dalam PMK No.70/2020 ini sejalan dengan tujuan awal program pelaksanan PEN.

Penempatan dana, dalam komteks PEN, ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas kepada perbankan yang melakukan restrukturisasi kredit, pembiayaan atau memberikan tambahan kredit dan pembiayaan modal kerja.

Kendati demikian, Prastowo tak menjelaskan secara terperinci soal perbedaan bank peserta atau bank jangkar dengan bank umum mitra. Dia hanya menjelaskan bahwa bank peserta adalah bank jangkar dan bank mitra adalah bank pelaksana.

Adapun, soal angka Rp30 triliun sana yang akan ditempatkan, Prastowo memastikan bahwa dana tersebut berasal dari anggaran PEN. Salah satunya adalah pembiayaan korporasi yang dialokasikan senilai Rp53,57 triliun.

"PMN investasi penjaminan, kredit buat UMKM, itu kan alokasi atau cadangan," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani himbara
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top