Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tingkat Kunjungan Mal DKI Jakarta Hanya 30 Persen

Rata-rata tingkat kunjungan mal di DKI jakarta sejak
Sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan di Jakarta ramai dikunjungi. Ratusan pengunjung mal mencoba permainan Ice Skeating di Pondok Indah Mal Jakarta, Selasa (25/12/2019). /BISNIS-YAY
Sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan di Jakarta ramai dikunjungi. Ratusan pengunjung mal mencoba permainan Ice Skeating di Pondok Indah Mal Jakarta, Selasa (25/12/2019). /BISNIS-YAY

Bisnis.com, JAKARTA – Tingkat kunjungan mal di kawasan DKI Jakarta hanya mencapai 30-40 persen dari kapasitas normalnya, pusat perbelanjaan dan mal diperkenankan berperasi kembali mulai 15 Juni 2020.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, hal itu disebabkan oleh masyarakat yang masih takut untuk berkunjung dan berbelanja di mal Ibu Kota di tengah wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang belum melandai

"Untuk mal itu kisarannya sekitar 30 persen untuk 'weekdays' [hari kerja Senin-Jumat], kalau 'weekend' [akhir pekan] 30-40 persen," kata Cucu seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/6/2020).

Menurut Cucu, sebagian masyarakat yang datang ke mal di masa transisi PSBB, cenderung hanya ingin mengetahui penerapan protokol kesehatan sekaligus menyesuaikan diri dalam situasi pandemi Covid-19.

"Jadi ya orang masih beradaptasi juga untuk datang lihat seperti apa," tutur Cucu.

Sebelumnya Gubernur Anies Baswedan membuat kebijakan mal di Jakarta hanya bisa dikunjungi oleh 50 persen dari kapasitas maksimal pengunjung saat beroperasi kembali di masa transisi PSBB.

Menurut Cucu, aturan itu sudah berjalan di DKI, bahkan pengunjungnya di bawah arahan Gubernur Anies.

"Jalan banget [aturan itu]. Mungkin orang masih belum terbiasa, masih takut dan secara global juga sama," ucapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper