Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelindo II: Arus Peti Kemas Turun, Penggunaan Warehouse Naik

Pelindo II mencatat adanya kenaikan penggunaan warehouse di beberapa pelabuhan di tengah penurunan arus (throughput) peti kemas saat pandemi Covid-19.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  18:33 WIB
Ilustrasi pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Ilustrasi pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mencatat dampak pandemi menurunkan aktivitas dan produktivitas (throughput) peti kemas hingga 10,4 persen. Kondisi ini disebut tidak sedalam sektor lainnya seperti minyak dan gas bumi, transportasi, serta pariwisata.

Direktur Utama IPC Arif Suhartono mengatakan arus (throughput) peti kemas periode Januari hingga Mei 2020 sebesar 2,8 juta TEUs. Adapun, penurunan ini tidak setajam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

“Walaupun ada penurunan secara umum, IPC melihat adanya potensi pertumbuhan pada masa new normal ini. Misalnya saja, di tengah turunnya arus kapal, terjadi kenaikan volume penggunaan warehouse di sejumlah pelabuhan, termasuk di Pelabuhan Tanjung Priok,” jelasnya, Senin (22/6/2020).

Saat ini, dia masih mengkonsolidasikan data pertumbuhan okupansi pergudangan di pelabuhan, sebagai bagian dari bahan kajian untuk melihat kembali target perseroan pada 2020.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor nasional pada bulan Mei 2020 tercatat US$10,53 miliar. Angka ini turun 28,3 persen dibandingkan dengan pada Mei 2019. Sementara, nilai impor turun 42,2 persen dibandingkan dengan pada Mei tahun lalu. Nilai impor pada Mei 2020 tercatat sebesar US$8,44 miliar.

Menurutnya, perlambatan aktivitas ekspor dan impor juga terjadi di hampir semua negara. China yang sempat menggeliat pada April, kembali terkoreksi pada Mei kemarin.

Selain dipengaruhi pandemi Covid-19, juga merupakan imbas dari melambatnya aktivitas ekspor-impor, seminggu menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.

Kendati demikian, Arif masih optimistis situasi ini berangsur membaik dalam bulan-bulan mendatang. Setidaknya, arus peti kemas akan meningkat pasca Lebaran, sebagaimana siklus tahun-tahun sebelumnya.

“Penurunan throughput saat Hari Raya hampir terjadi setiap tahun. Kami berharap pada Juni ini terjadi rebound arus peti kemas, walaupun dampak pandemi masih akan terasa,” jelas Arif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan pelindo ii
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top