Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Indonesia Tawarkan 4 Sektor Kepada Investor China

Para investor China akan mendapati potensi besar apabila bersedia berinvestasi di sektor ekonomi digital, pariwisata, kendaraan listrik, dan pengembangan SDM
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  20:10 WIB
Duta Besar RI Djauhari Oratmangun saat menjadi pembicara China Enterprises Going Global Risk Conference di Hotel Sheraton Beijing, pada hari Kamis, tanggal 18 Juni 2020. - KBRI China.
Duta Besar RI Djauhari Oratmangun saat menjadi pembicara China Enterprises Going Global Risk Conference di Hotel Sheraton Beijing, pada hari Kamis, tanggal 18 Juni 2020. - KBRI China.

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia menawarkan empat sektor usaha yang potensial untuk berinvestasi bagi investor dari China, di tengah periode kenormalaan baru (new normal).

Duta Besar Republik Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun, memaparkan keempat sektor itu adalah ekonomi digital, pariwisata, kendaraan listrik, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal itu disampaikannya dalam pertemuan dengan asosiasi perusahaan dan bisnis China di Beijing, Kamis (18/6/2020).

Menurut Djauhari, akan jadi hal saling menguntungkan bila investor China tertarik menanamkan modal di empat sektor tersebut. Dia pun menggaransi kebijakan pemerintah bakal menunjang kenyamanan para penanam modal asing.

"[Karena] pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai kebijakan penanganan risiko Covid-19 disertai kebijakan yang berfokus untuk meningkatkan iklim dan insentif bagi investor asing," papar Djauhari seperti dikutip dari siaran persnya, Jumat (19/6/2020).

Dia mengatakan, Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai kebijakan penanganan risiko Covid-19 disertai dengan kebijakan yang berfokus untuk meningkatkan iklim dan insentif investasi bagi investor asing.

Menurutnya, selain membentuk gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, Pemerintah juga mengeluarkan berbagai stimulus fiskal dan non-fiskal, kebijakan moneter dan finansial, serta berbagai jaring pengaman kesehatan, sosial, ekonomi, dan masa pemulihan

"Adapun, ekonomi digital memang tidak terelakkan menjadi perhatian selama pandemi, karena mencatatkan pertimbuhan signifikan, namun di saat bersamaan potensi pariwisata Indonesia pada masa kenormalan baru merupakan peluang tersembunyi yang bisa dieksplorasi," lanjutnya.

Sedangkan terkait prospek sektor SDM dan kendaraan listrik, Djauhari menjamin pemerintah memberikan fasilitas terbaik. Sebab, saat ini Indonesia punya komitmen untuk meningkatkan dua sektor yang awalnya dirasa lemah tersebut.

Pidato Djauhari di Hotel Sheraton Beiking tersebut disaksikan langsung oleh 50 pengusaha yang hadir di lokasi, lengkap dengan praktik protokol kesehatan baru. Tak cuma itu, pidato Djauhari juga ditayangkan langsung secara daring dan disaksikan lebih dari 2.000 pengusaha di berbagai penjuru China. 

Bos Jiang Tai International Associates Shen Kaitao, yang juga hadir dalam forum, lantas mengatakan bahwa investor China pasti mempertimbangkan Indonesia sebagai tujuan. Apalagi, belajar dari Covid-19 yang meledak di Negeri Panda, para investor diyakini akan semakin tergerak memperluas usahanya ke negara-negara lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi china ekonomi digital
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top