Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Nonmigas dari Tiga Sektor Ini Alami Kontraksi

Penurunan ekspor terjadi di seluruh sektor, pertanian, pertambangan dan industri pengolahan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  11:29 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2 - 2019). Bisnis
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2 - 2019). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Ekspor nonmigas mengalami kontraksi hingga -27,81 persen menjadi US$9,88 miliar pada Mei 2020, dibandingkan US$13,69 miliar pada Mei 2019.

Dari sektor penopang ekspor nonmigas, penurunan terjadi di seluruh sektor, pertanian hingga industri pengolahan.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekspor pertanian tumbuh negatif 25,48 persen (year-on-year/yoy).

"Komoditas yang turun dalam year on year, ekspor kopi, tanaman obat rempah, sarang burung dan lada putih," papar Kepala BPS Suhariyanto, Senin (15/6/2020).

Sementara itu, industri pengolahan juga terkoreksi hingga -25,90 persen (yoy). Anjloknya ekspor di sektor ini dipicu oleh penurunan drastis logam dasar mulia, sepatu, CPO dan peralatan listrik.

Secara tahunan, sektor pertambangan juga mengalami kontraksi tajam -38,11 persen.

"Penurunan di tiga sektor ini mengakibatkan nilai ekspor turun 13,4 persen," tegas Suhariyanto.

Kendati demikian, komposisi impor Indonesia tidak banyak berubah. Dominasi impor nonmigas masih mencapai 93,81 persen dengan kontributor utama, sektor industri sebesar 78,93 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor bps
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top