Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Karhutla, Modifikasi Cuaca Siap Dilakukan

KLHK menggandeng BPPT untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan melelalui teknologi modifikasi cuaca.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 13 Juni 2020  |  10:08 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Dok. Bisnis Indonesia
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Dok. Bisnis Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng BPPT untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karhutla) melelalu teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Di Tanah Air, Karhutla mencapai puncaknya pada Agustus dan September sehingga harus diantisipasi sejak dini.

Siti Nurbaya, Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan, TMC menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan.

"TMC bukan lagi hanya bagian untuk sesaat diperlukan saja, karenanya perlu ada instrumen yang melekat," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2020).

Hammam Riza, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan, BPPT telah melaksanakan TMC di Provinsi Riau dengan pelaksanaan sebanyak 27 sorti (pemberangkatan)  yang menghasilkan hujan hampir setiap hari dengan volume 97,8 juta m3 sehingga titik hotspot di Riau pernah berkurang hingga nihil.

Dia menyebut, untuk Provinsi Sumatra Selatan dan Jambi juga dilakukan 8 sorti dan hampir setiap hari terjadi hujan dengan titik hotspot menjadi nihil, sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan tinggi muka air di lahan gambut.

"Karenanya TMC perlu diperkuat karena guna pencegahan Karhutla dan bagian dari upaya kita melaksanakan reduksi resiko bencana," ujarnya.

Hamman menjelaskan, secara Historis kemunculan hotspot secara signifikan di Pulau Sumatra terjadi mulai bulan Juni dan Kalimantan mulai bulan Juli hingga mencapai puncaknya pada bulan Agustus dan September.

"Pelaksanaan pelaksanaan TMC di Kalimantan sebaiknya segera dimulai untuk pembasahan lahan agar mencegah kemunculan hotspot yang secara historis naik secara signifikan pada bulan Agustus hingga puncaknya pada bulan September,"  tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan klhk
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top