Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengusaha Biofuel Genjot Investasi

Aprobi memproyeksikan akan ada penambahan sekitar 5,5 juta kiloliter (kL) kapasitas produksi biodiesel hingga tahun depan
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  07:22 WIB
Petugas mengisi bahan bakar B30 saat peluncuran Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel, di Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Petugas mengisi bahan bakar B30 saat peluncuran Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel, di Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, MANADO – Pelaku usaha produsen biofuel fokus meningkatkan investasi untuk mendukung pengembangan industri biodiesel di Indonesia. 

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan bahwa guna memenuhi kebutuhan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk program B30 maupun B40 pada 2022, sejumlah badan usaha bahan bakar nabati (BU BBN) tengah menyiapkan sejumlah rencana investasi. 

"Perusahaan sudah ada yang memiliki rencana, baik itu memperbaiki kualitas (FAME) maupun meningkatkan volume produksi.  Ada investasi baru, baik itu perusahaan lama maupun perusahaan baru," ujar Paulus saat dihubungi Bisnis, Kamis (11/6/2020).

Paulus memproyeksikan akan ada penambahan sekitar 5,5 juta kiloliter (kL) kapasitas produksi biodiesel hingga tahun depan.  Saat ini total kapasitas terpasang produksi sudah mencapai sekitar 11,6 juta kL dengan utilitas produksi pabrik pengolahan sampai sekitar 9,6 juta.

Bila penambahan kapasitas terealisasi maka total kapasitas produksi biodiesel diperkirakan bisa mencapai 17,1 juta kl hingga tahun depan.

Namun demikian, kata Paulus, pengembangan investasi biodiesel tersebut nampaknya sedikit terhambat karena situasi pandemi Covid-19.  Hal ini lantaran tenaga ahli dari luar negeri yang didatangkan untuk memasang mesin-mesin produksi tidak bisa masuk ke Indonesia. 

"Tahun ini seharusnya, kalau tidak ada Covid itu ada penambahan kapasitas sekitar 3 juta kL lebih tahun ini.  Tahun depan 2,5 juta kL.  Tapi dengan Covid-19 butuh penyesuaian," katanya. 

Dengan adanya rencana investasi tersebut, Paulus optimistis Aprobi mampu memenuhi kebutuhan FAME untuk program mandatori B40 pada 2022 maupun program perluasan biodiesel selanjutnya. 

Terkait program perluasan biodiesel tahap selanjutnya, Paulus menilai bahwa spesifikasi FAME pada campuran solar juga akan berbeda. Dengan begitu, dibutuhkan investasi tambahan oleh BU BBN untuk menyesuaikan spesifikasi FAME. 

Hanya saja, penyesuaian spesifikasi ini masih akan menunggu hasil riset dari sejumlah pihak. Diberitakan sebelumnya, serapan domestik biodiesel diperkirakan akan terus meningkat menjadi 10,2 juta kl pada 2021, 14,2 juta kl pada 2022, 14,6 juta kl pada 2023, dan 17,4 juta kl pada 2024.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak sawit Biodiesel
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top