Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Kenormalan Baru, 3.000 Rumah di Bali Direnovasi

Kegiatan BSPS diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan cara membangun rumah tidak layak secara bergotong royong.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  17:33 WIB
Ilustrasi: Seorang ibu beraktivitas di rumahnya yang akan menjalani program bedah rumah di Desa Lempelero, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (5/4). - Antara
Ilustrasi: Seorang ibu beraktivitas di rumahnya yang akan menjalani program bedah rumah di Desa Lempelero, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (5/4). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus mendorong pembangunan perumahan menjelang kenormalan baru. Salah satunya adalah dengan melaksanakan program bantuan stimulan perumahan swadaya untuk 3.000 rumah di Bali.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Bali I Wayan Suardana mengatakan bahwa pada tahun ini, Kementerian PUPR mengalokasikan bantuan bedah rumah untuk tujuh kabupaten di provinsi itu. Adapun, bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) untuk 3.000 unit rumah tersebut dibagi menjadi dua tahap masing-masing 1.500 unit.

Berdasarkan data yang dimiliki SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Bali, sebaran pelaksanaan kegiatan BSPS tahun ini akan dilaksanakan di Kabupaten Bangli 350 unit, Gianyar 200 unit, Jembrana 340 unit, Klungkung 310 unit, Buleleng 650 unit, Karangasem 750 unit, dan Tabanan 400 unit.

Sesuai dengan kebijakan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, kegiatan BSPS diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan cara membangun rumah tidak layak secara bergotong royong.

Program BSPS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam memasuki era new normal. Melalui kegiatan bedah rumah, Kementerian PUPR juga mendorong program padat karya sehingga masyarakat dapat memiliki penghasilan dengan bekerja sebagai pekerja dan tukang dalam bedah rumah tersebut.

“Adanya rumah yang sehat dan layak huni tentunya bisa mendukung kebijakan new normal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Masyarakat bisa beraktivitas dengan baik dan menjaga kesehatan dengan tinggal di rumah yang nyaman dan dapat terhindar dari penularan Covid-19,” terang Wayan melalui siaran pers, Kamis (4/6/2020).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bedah rumah New Normal
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top