Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peserta Bayar Iuran Mulai Januari 2021, FLPP Dialihkan ke Tapera

Perusahaan swasta diharapkan bisa mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta paling lambat 7 tahun setelah peresmian Peraturan Pemerintah Tapera.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  14:16 WIB
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – BP Tapera beroperasi mulai 2021 dan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan juga bakal dialihkan ke tabungan perumahan rakyat.

Seperti dikutip dari siaran pers BP Tapera pada Rabu (3/6/2020), penghimpunan simpanan peserta rencananya dimulai pada Januari 2021. Pada tahun yang sama, pemerintah juga akan melakukan pengalihan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) ke dalam dana tabungan perumahan rakyat (tapera) sesuai dengan amanat PP Penyelenggaraan Tapera.

Iuran Tapera nantinya ditarik kepada para pekerja dengan besaran 3 persen dari upah. Penarikan iuran dibagi untuk pekerja dan perusahaan dengan besaran 2,5 persen dan 0,5 persen. Adapun, batas maksimum gaji peserta BP Tapera adalah Rp12 juta.

Sementara itu, untuk penerima manfaat tapera disyaratkan memiliki gaji maksimal Rp8 juta dan belum memiliki rumah.

Di awal beroperasi nanti, Tapera akan difokuskan terlebih dahulu kepada ASN, baru secara bertahap diperluas ke seluruh lini pekerjaan dan perusahaan baik milik negara, daerah, swasta, maupun pribadi.

Untuk perusahaan swasta, diharapkan bisa mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta paling labata tujuh tahun setelah peresmian Peraturan Pemerintah (PP) Tapera.

“Hadirnya program Tapera diharapkan dapat mengatasi permasalahan backlog perumahan serta menjadi faktor pendorong bergeliatnya sektor perumahan,” kata Komisioner BP Tapera Adi Setianto melalui siaran pers tersebut.

Pada akhirnya, program ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui efek berganda dari pembangunan perumahan dan penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, program tapera juga diharapkan akan mendorong peningkatan inklusi keuangan khususnya pada sektor pasar modal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tapera rumah bersubsidi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top