Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenparekraf Dorong MICE Domestik Pasca Pandemi Covid-19

Kemenparekraf) mendorong penyelenggaraan industri MICE dalam negeri sebagai strategi peningkatan industri dalam situasi tatanan normal baru pasca pandemi Covid-19.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  20:26 WIB
Ilustrasi perhotelan. -  InterContinental Hotel
Ilustrasi perhotelan. - InterContinental Hotel

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong penyelenggaraan industri MICE dalam negeri sebagai strategi peningkatan industri dalam situasi tatanan normal baru pasca pandemi Covid-19.

Rizki Handayani, Deputi Bidang Penyelenggaraan Event Kemenparekraf mengatakan, industri MICE (meetings, incentives, conferences & exhibitions) memegang peranan penting dalam pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) Tanah Air.

Data dari Event Industri Council pada 2018 menyebutkan, pada 2017 industri MICE di Indonesia menghasilkan PDB total US$7,8 miliar dan menciptakan 278.000 lapangan pekerjaan.

"Wisatawan MICE memiliki tingkat rata-rata lama tinggal dan ASPA [Average Spending per Arrival] lebih tinggi dibandingkan dengan wisatawan leisure. Wisatawan MICE rata-rata punya kemampuan pengeluaran US$2.000 perhari dengan rata-rata lama menginap selama 5 hari," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2020).

Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa bulan terakhir nyatanya juga memukul industri MICE. Pasalnya, terjadi penyesuaian dalam penyelenggaraan pertemuan internasional baik pembatalan, penundaan, perubahan lokasi, dan sebagainya. Asia Pasifik tercatat sebagai kawasan yang paling terdampak.

Data International Congress and Convention Association (ICCA) menyebutkan, hingga 6 April 2020 terjadi penyesuaian terhadap 48 persen pertemuan atau terhadap 1.749 pertemuan internasional yang diadakan selama periode Februari hingga Juni 2020.

Di Indonesia, data dari IVENDO menyebutkan telah terjadi 96,4 persen penundaan dan 84,8 persen pembatalan event di 17 provinsi. Estimasi kerugian dari 1.218 organizers di seluruh Indonesia antara Rp2,7 triliun hingga Rp 6,9 triliun dengan pekerja terdampak sekitar 90.000 pekerja.

"Pandemi Covid-19 berdampak pada 90 persen pembatalan atau penundaan event sampai akhir 2020," katanya.

Rizki Handayani memastikan Kemenparekraf akan memastikan strategi pemulihan sektor MICE dengan melibatkan industri. Tidak hanya menyusun protokol pelaksanaan kegiatan MICE selepas pandemi, Kemenparekraf juga mendorong peningkatan kapabilitas industri, infrastruktur jaringan teknologi, dan inovasi baru.

"Nantinya kami akan mendorong untuk menggeliatkan pasar domestik lebih dulu agar kembali mulai melaksanakan kegiatan MICE di destinasi. Termasuk di dalamnya kita dorong pertemuan-pertemuan pemerintah dan korporasi agar lebih banyak di dalam negeri," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata mice
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top