Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Begini Perkiraan Pergeseran Konsep Pengembangan Hunian

Pergeseran ini bakal terjadi seiring adanya perubahan preferensi seseorang dalam memilih hunian akibat dampak virus corona baru atau Covid-19 dan penerapan new normal.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  12:42 WIB
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Konsultan properti Coldwell Banker Commercial Indonesia memproyeksikan akan ada pergeseran tren dan konsep pengembangan hunian dalam beberapa waktu ke depan khususnya di subsektor residensial.

Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Commercial Angra Angreni mengatakan pergeseran ini bakal terjadi seiring adanya perubahan preferensi seseorang dalam memilih hunian akibat dampak virus corona atau Covid-19 dan penerapan kenormalan baru

"Dengan kondisi new normal ataupun next normal, secara bertahap tentunya akan ada pergeseran konsep, karena perubahan perilaku telah terjadi, preferensi dan kecenderungan konsumen sudah berubah, sehingga mempengaruhi dalam memilih produk properti juga," katanya pada Bisnis, Senin (1/6/2020).

Kecenderungan perubahan konsep juga bisa terjadi lantaran mulai terjadinya penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Angra menyatakan bahwa pengembang akan cenderung membuat inovasi-inovasi baru untuk mengakomodasi hal tersebut.

Menurut dia, pengembang perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang perlu diakomodasi itu salah satunya dengan menerapkan ruang lingkup lingkungan yang terjamin. 

"Clean health safety akan menjadi prinsip dasar dalam hal apapun ke depannya karena yang dibutuhkan pengguna saat ini adalah jaminan kebersihan atau higienis, jaminan kondisi lingkungan yang sehat, jaminan keamanan, dan jaminan convenience," kata dia.

Bagi sebagian segmen pasar, konsumen kemungkinan tidak melulu mempertimbangkan harga yang terjangkau. Di kondisi saat ini, kata dia, dinilai penting untuk meningkatkan nilai produk terutama terkait fasilitas dan infrastruktur berupa ketersediaan air bersih, tenaga listrik, maupun jaringan internet yang berkecepatan tinggi.

Hal ini mengingat tren bekerja dari rumah mulai dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan atau metode kerja sebagian perusahaan karena terbukti efektif dalam hal produktivitas.

"Oleh sebab itu, dalam memilih hunian baik rumah atau apartemen, pertimbangan kedekatan dengan tempat kerja seperti area CBD ataupun pusat kota tidak akan terlalu menjadi concern," ujarnya. 

Angra menilai bahwa pola perilaku konsumen dalam mencari hunian ke depan juga dinilai akan mempertimbangkan dari sisi luasan yang lebih leluasa, ketersediaan ruang belajar atau ruang kerja, dan jaminan jangkauan koneksi internet terhadap lokasi hunian.

Kemudian, area hijau atau open space yang luas sebagai tempat refreshing dan olahraga, serta ketersediaan fasilitas kawasan yang dapat diakses dengan berjalan kaki. 

"Dari sisi konsep ruang, ke depannya bisa saja ruang toilet atau kamar mandi sharing tidak akan ada, sebelum masuk melalui pintu utama malah akan ada ruang yang didedikasikan sebagai ruang steril, layout ruang tamu yang terpisah dengan ruang utama, ventilasi alami menjadi sangat penting, penggunaan alkohol dan pemeriksaan suhu akan menjadi langkah-langkah keamanan tambahan di bangunan tempat tinggal," tuturnya.

Dalam kata lain, Angra menyebut bahwa pada intinya, desain yang mengikuti konsep alami atau yang dikenal dengan konsep biophilic design diproyeksikan akan menjadi norma baru dalam proyek perumahan dan komersial dalam beberapa waktu ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti residensial Virus Corona New Normal
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top