Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Normal Baru, Organda: Sektor Transportasi Tak Serta-merta Pulih

Para pengusaha angkutan darat baik barang maupun penumpang mesti bersiap menghadapi normal baru dengan melakukan sejumlah inovasi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  17:44 WIB
Petugas menghentikan Bus AKAP Pelangi di Gerbang Tol Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin (18/5). (ANTARA/HO - 20)
Petugas menghentikan Bus AKAP Pelangi di Gerbang Tol Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin (18/5). (ANTARA/HO - 20)

Bisnis.com, JAKARTA — Organisasi Angkutan Darat menilai para pengusaha angkutan darat mesti melakukan inovasi jasanya guna menyesuaikan dengan normal baru yang akan berlaku.

Inovasi yang perlu dilakukan terutama terkait dengan standar kesehatan yang mesti ditingkatkan karena kapan pandemic corona akan berakhir belum bisa dipastikan.

Ketua DPP Organisasi Angkutran Darat (Organda) Adrianto Djokosoetono menuturkan bahwa para pengusaha angkutan darat baik barang maupun penumpang mesti bersiap menghadapi normal baru dengan melakukan sejumlah inovasi.

"[Pengusaha] perlu siap lakukan inovasi jasa yang dilayani dan tentunya melakukan standar kelengkapan new normal seperti masker, sanitizers, serta cek kesehatan yang lebih intensif,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (26/5/2020).

Menurutnya, baik angkutan barang maupun penumpang sepertinya masih belum dapat pulih dengan cepat setelah kebijakan-kebijakan antisipasi corona ini diperlonggar.

Dia menyebut terutama untuk angkutan pariwisata atau carter, angkutan antarkota, angkutan barang terkait ekspor impor, serta angkutan industri rantai pasok akan menjadi yang lebih lamban pulih dibandingkan dengan sektor angkutan lainnya.

Namun, Andre juga melihat khusus subsektor jasa pengiriman ekspres justru meningkat di tengah pandemi ini, baik pengiriman dalam kota maupun antarkota antarprovinsi.

Hal ini juga didukung dengan ledakan transaksi pembelian barang dan bahan makanan melalui dagang-el sehingga jasa kurir sebagai penumpangnya tentu makin bertumbuh.

Adapun, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memprediksi situasi normal baru pascapandemi Covid-19 di Indonesia berpotensi memunculkan inovasi di bidang transportasi.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti menilai bahwa inovasi seperti delivery drone sangat mungkin terjadi mengingat pada saat dirinya menjabat sebagai Dirjen Perhubungan Udara di Kementerian Perhubungan, sudah ada beberapa permintaan pengiriman barang melalui teknologi pesawat tanpa awak itu.

Pihaknya menuturkan bahwa situasi normal pascapandemi dapat saja melahirkan inovasi-inovasi teknologi yang memungkinkan masyarakat seolah-olah melakukan mobilitas meski saat ini sebagian besar orang bekerja, belajar dan beribadah di rumah mengikuti anjuran pemerintah.

“Akan kemajuan teknologi lain yang ke depannya ada untuk melayani orang-orang yang kerja di rumah atau sekolah dari rumah,” ujarnya.

Polana mengatakan bahwa munculnya normal baru setelah Covid-19 juga berdampak pada sisi sanitasi di fasilitas-fasilitas transportasi umum.

Baik pengelola maupun masyarakat akan lebih menjaga kebersihan dan kesehatannya jika pola perilaku hidup bersih dan sehat tetap berjalan meski pandemi Covid-19 berakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

organda New Normal
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top