Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, Permintaan Sewa Pergudangan E-Commerce Meningkat

Meningkatnya aktivitas perdagangan secara daring membuat permintaan sewa pergudangan mengalami kenaikan signifikan selama pendemi virus corona.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  11:45 WIB
Ilustrasi - mmproperty.com
Ilustrasi - mmproperty.com

Bisnis.com, JAKARTA - Mewabahnya virus corona (Covid-19) dinilai mendongkrak aktivitas sewa pergudangan. Salah satu sektor yang permintaannya terhadap sewa pergudangan mengalami kenaiakn adalah dagang elektronik (e-commerce).

Sekretaris Perusahaan PT Mega Manunggal Property Khrisna Daswara dalam keterbukaan informasi mengatakan bahwa wabah virus corona tidak terlalu berdampak signifikan pada perusahaan.

"Dampak wabah virus corona belum terlalu berpengaruh terhadap perseroan, karena pendapatan dihasilkan dari kontrak jangka panjang dengan existing tenant," katanya, Minggu (24/5/2020). 

Hanya saja, kata dia, ke depan dampak dapat lebih terasa pada pergeseran permintaan akan pergudangan. Menurutnya, sejumlah subsektor diproyeksi mengalami sentimen negatif dalam permintaan.

"Sektor-sektor seperti otomotif akan memiliki dampak yang negatif terhadap permintaan, namun sektor e-commerce dan logistik pendukungnya justru mengalami peningkatan," kata dia.

Mega Manunggal Property saat ini memiliki 9 gudang yang beroperasi di Jabodetabek dengan standar internasional. Tahun lalu, pendapatan perusahaan berkode saham MMLP itu tumbuh 11,6 persen dari Rp299,2 miliar pada 2018 menjadi sebesar Rp334,0 miliar. 

Saat ini, MMLP memiliki lima proyek yang sedang berjalan di antaranya Lazada Fase II yang 18.000 meter persegi (m2) diserahterimakan pada Februari 2020.

Kemudian, DS3 dari total target luas area sewa atau net leasable area (NLA) 67.000 m2, telah menyelesaikan tahap pertama sebesar 20.000 m2 pada 2019 dan tahap kedua serta ketiga akan diserahkan pada 2020.

Lalu, gudang Jababeka Cikarang yang dibangun di tanah seluas 5 hektare dengan perkiraan NLA 30.000 m2, yang siap pada Maret 2020. Proyek Pondok Ungu yang merupakan gudang double decker di Bekasi dengan perkiraan NLA 54.000 m2 yang diperkiraan usai pada 2021.

Terakhir, proyek di Manyar, Jawa Timur dengan perkiraan NLA 60.000 m2. Penyelesaian akan dilakukan secara bertahap dengan tahap pertama NLA 13.000 m2.

Permintaan sewa juga dialami oleh Rentfix.com, perusahaan marketplace properti, yang mencatatkan adanya lonjakan permintaan dari segmen sewa pergudangan.

Direktur Rentfix Effendy Tanuwidjaja mengatakan bahwa di tiga bulan pertama tersebut permintaan Rentfix Inventory alias pergudangan lebih tinggi dari pada kategori lainnya seperti Rentfix Stay atau tempat tinggal.

"Selama wabah, ada permintaan yang lebih banyak untuk sewa di tipe pergudangan seiring dengan naiknya permintaan di ritel online," katanya pada Bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pergudangan Virus Corona ecommerce
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top