Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Tegaskan Hanya Layani 3 Jenis Perjalanan

KAI siap melayani perjalanan dinas, bisnis, dan repatriasi di tengah pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  19:16 WIB
Suasana sepi terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana sepi terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo menyatakan pihaknya siap melayani perjalanan dinas, bisnis, dan repatriasi warga negara Indonesia yang kembali dari luar negeri untuk pulang ke kampung halamannya.

"Kami mengimbau masyarakat tetap di rumah. kalau memang harus bepergian, KAI siap membantu yang dinas, berbisnis, dan repatriasi tetapi harus membawa dokumen yang lengkap," kata Didiek saat jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang disiarkan langsung akun Youtube BNPB Indonesia dipantau dari Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Didiek mengatakan PT KAI siap melayani perjalanan dinas, bisnis, dan repatriasi warga negara Indnesia ke kampung halaman secara selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai ke tujuan.

Menurut Didiek, PT KAI sudah menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan sudah menyosialisasikannya di stasiun-stasiun.

"Awak kereta api juga dilengkapi dengan alat pelindung diri saat bekerja. Penumpang kereta api juga harus memakai masker. Bila tidak membawa akan diberikan masker yang wajib dipakai," tuturnya.

Didiek mengatakan sebelum keberangkatan, setiap kereta juga dibersihkan menggunakan disinfektan. PT KAI juga memastikan pegawai yang melayani perjalanan penumpang seluruhnya dalam keadaan sehat.

Calon penumpang dapat bepergian menggunakan kereta api asalkan untuk kepentingan perjalanan dinas dan bisnis yang dilengkapi surat tugas dan surat keterangan sehat.

Khusus untuk perjalanan kereta rel listrik (KRL), Didiek mengatakan tidak bisa menerapkan membawa surat kesehatan, tetapi penumpang wajib menggunakan masker dan diukur suhu tubuhnya.

"Bila suhu tubuh penumpang 38 derajat celcius atau lebih, maka akan diisolasi di stasiun," jelasnya.

Tentang penumpukan penumpang kereta rel listrik komuter, Didiek mengatakan hal itu hanya terjadi di Stasiun Bogor pada saat awal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Sesuai dengan peraturan PSBB, perjalanan pertama kereta rel listrik komuter adalah pukul 06.00. Namun kebiasaan penumpang di stasiun ujung seperti Stasiun Bogor adalah bersiap dari pukul 04.00," katanya.

Saat ini, jadwal perjalanan KRL telah diperbaiki, sehingga penumpukan penumpang bisa diatasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api krl

Sumber : Antara

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top