Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KRL Batasi Penumpang, Maksimal 70 Orang per Rangkaian Kereta

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan jumlah penumpang kereta rel listrik atau KRL kini dibatasi 60-70 orang dalam satu rangkaian kereta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  17:09 WIB
Antrean calon penumpang KRL commuter sebelum memasuki stasiun Depok Lama di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Penumpukan calon penumpang ini disebabkan aturan physical distancing di dalam stasiun dan gerbong kereta, serta pembatasan jam operasional kereta akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI. Bisnis - Arief Hermawan P
Antrean calon penumpang KRL commuter sebelum memasuki stasiun Depok Lama di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Penumpukan calon penumpang ini disebabkan aturan physical distancing di dalam stasiun dan gerbong kereta, serta pembatasan jam operasional kereta akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan jumlah penumpang kereta rel listrik atau KRL kini dibatasi 60-70 orang dalam satu rangkaian kereta.

“Dalam kondisi biasa bisa menampung 200 penumpang,” kata Didiek dalam konferensi pers di akun YouTube BNPB, Kamis (21/5/2020).

Didiek mengatakan, total penumpang KRL rata-rata dalam 1 hari pun jauh berkurang. Jika dalam kondisi normal KRL mengangkut hingga 1 juta penumpang per hari, saat penerapan pembatasan transportasi hanya 180-200 ribu penumpang.

Dalam mencegah penularan virus corona atau Covid-19, Didiek mengatakan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, penumpang yang masuk stasiun harus pakai masker dan cek temperatur.

Jika suhunya di atas 38 derajat, penumpang kereta akan dibawa ke ruang isolasi yang ada di stasiun. Selain itu, di dalam KRL juga diterapkan jaga jarak fisik dengan adanya gambar kotak-kotak untuk tempat penumpang yang berdiri. “Kalau ada kelebihan penumpang, petugas kami akan atur,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

commuter line krl

Sumber : Tempo.co

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top