Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Tiga Tantangan Perusahaan Jasa Kiriman Ekspres saat Pandemi

Pengusaha jasa pengiriman ekspres menghadapi tiga tantangan utama saat pandemi virus corona dan pasca pandemi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  17:21 WIB
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). - ANTARA/Aji Styawan
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha jasa pengiriman ekspres menghadapi tiga tantangan utama saat pandemi virus corona dan pasca pandemi. Ketiga tantangan tersebut yakni biaya SDM, likuiditas perusahaan, dan kepastian operasional.

Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi mengatakan saat ini terdapat tiga tantangan utama perusahaan anggotanya dalam menghadapi pandemi virus Covid-19 dan antisipasi pasca pandemi dengan kemunculan normal baru.

Saat ini terdapat tiga jenis usaha yang terdampak virus corona di sektor jasa kurir yakni perusahaan yang masih beroperasi dengan kondisi normal karena memiliki tipe basis pelanggannya ritel dan terlibat perdagangan online, perusahaan yang turunkan volume produksi kiriman karena fokus kiriman internasional atau kiriman antar negara atau bisnis ke bisnis (B to B), serta yang perusahaan terganggu arus kasnya.

"Semua perusahaan sudah alami gangguan cash flow, hanya saja kadar gangguannya berbeda-beda. Gangguan cash flow serius ini akan berdampak, kalau tidak ada penanganan dan penyelesaian Covid-19 dalam 5-6 bulan ke depan," jelasnya dalam diskusi web seminar, Rabu (20/5/2020).

Dia menyebut tantangan sektor jasa pengiriman ekspres ke depan terkait tantangan biaya SDM. Pasalnya, industri ini termasuk sektor padat karya, dimanapengiriman barang fisik tak bisa digantikan teknologi, sehingga perlu meningkatkan kinerja SDM dan tetap bekerja dalam kondisi normal karena faktanya saat ini kondisi tidak normal.

Bagi perusahaan yang volume pengirimannya masih stabil tantangannya meningkatkan semangat SDM, sementara perusahaan yang volumenya turun tajam perlu meminta pengertian tinggi dari SDM-nya yang bahkan beberapa sudah meliburkan karyawannya.

Tantangan kedua yakni likuiditas perusahaan. Hal ini dialami hampir semua perusahaan karena kewajiban biaya tetap dan variabel yang tetap karena adanya kontrak kredit, sehingga perlu nafas cash flow yang lebih dalam.

Tantangan ketiga yakni kelancaran operasional karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) baik yang resmi maupun tak resmi mengganggu ke kecepatan pengiriman barang sehingga berimplikasi ke biaya bertambah.

"Kami harapkan pandemi akan segera berhenti, saat ini kami berusaha jasa pengiriman bisa tetap baik dan berjalan sebagai last man standing membantu masyarakat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top