Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Tantangan Pebisnis Angkutan Barang Jelang Lebaran saat Pandemi

Pengusaha angkutan barang melalui darat dipastikan menghadapi sejumlah tantangan menjelang Lebaran 2020 di tengah pandemi virus Covid-19.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  17:32 WIB
Truk sarat muatan atau over dimension over load (ODOL) melintas di jalan Tol Jagorawi, Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Truk sarat muatan atau over dimension over load (ODOL) melintas di jalan Tol Jagorawi, Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha angkutan barang melalui darat dipastikan menghadapi sejumlah tantangan menjelang Lebaran 2020 di tengah pandemi virus Covid-19, salah satunya kebandelan masyarakat yang tetap melakukan mudik padahal sudah dilarang pemerintah.

Ketua Bidang Angkutan Barang DPP Organda Ivan Kamadjaja mengatakan saat ini pengusaha angkutan barang menghadapi tantangan karena kebiasaan tradisi mudik yang selama ini dilakukan.

"Adanya larangan ini, artinya seberapa patuh masyarakat terhadap larangan mudik ini, sehingga penyebaran populasi masih sulit diprediksi, saat ini masih saja ada masyarakat mencoba mudik meski sudah ada larangan," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (18/5/2020).

Menurutnya,  dengan adanya masyarakat yang masih membandel melakukan mudik artinya terdapat kemungkinan ramainya jalur darat yang didominasi para pemudik padahal sudah ada larangan. Sementara itu, pembatasan angkutan barang yang biasanya dilakukan jelang Lebaran sudah dihapus.

Seharusnya, terang Ivan, lonjakan kendaraan pribadi tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya, karena mudik dilarang dan angkutan barang diperbolehkan beroperasi normal.

Tantangan lain, lanjutnya, terkait dengan karyawan yang tetap ingin mudik sementara aktivitas operasional distribusi barang tetap berjalan normal. Para pengemudi ini sudah biasa menghadapi libur Lebaran dan perlu ada upaya tambahan agar tidak melakukan mudik dan bekerja seperti biasanya.

Sementara, terkait dengan lonjakan angkutan barang jelan Lebaran, pada periode ini tidak terjadi lonjakan. Pasalnya, lonjakan angkutan barang sudah mengalami kenaikan volume pengiriman menjelang akhir Maret dan April 2020.

Dengan demikian, imbuhnya, aktivitas distribusi barang saat ini sudah mulai menurun, karena pabrik-pabrik sudah mengantisipasi pengiriman barangnya sejak Maret-April 2020. Dia sudah mengecek ke berbagai pabrik-pabrik, distributor, serta toko-toko seluruhnya masih buka dan melakukan aktivitas bisnis dalam kondisi normal, tidak ada libur Lebaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik organda
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top