Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dukung Ekonomi AS, The Fed Siap Keluarkan Semua Amunisi

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bank sentral Amerika Serikat ini siap untuk mengerahkan segala amunisinya dan membiarkan suku bunga acuan di kisaran nol sampai ekonomi pulih.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  08:44 WIB
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell berbicara di
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell berbicara di "Seri C. Peter McColough tentang Ekonomi Internasional: Percakapan dengan Jerome H. Powell" di Dewan Hubungan Luar Negeri di New York, AS, 25 Juni 2019 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bank sentral Amerika Serikat ini siap untuk mengerahkan segala amunisinya dan membiarkan suku bunga acuan di kisaran nol sampai ekonomi pulih.

“Kami berkomitmen untuk menggunakan berbagai alat yang kami punya untuk mendukung ekonomi di masa yang sulit ini meskipun kami menyadari bahwa tindakan ini hanya bagian dari respons sektor publik yang lebih luas,” ujar Powell dalam persiapan sambutan yang dirilis Senin (18/5/2020) waktu setempat, menjelang sesi sidang virtual di hadapan Komite Perbankan Senat.

“Kami berharap untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat ini sampai kami yakin bahwa ekonomi telah melewati peristiwa-peristiwa baru-baru ini dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai sasaran kerja maksimum dan stabilitas harga kami,” lanjutnya, dilansir melalui Bloomberg.

Powell dijadwalkan tampil di hadapan para pembuat kebijakan pada Selasa (19/5/2020) pukul 10 pagi waktu Washington bersama Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

“Kami berharap kondisi ekonomi membaik pada kuartal ketiga dan keempat,” ungkap Mnuchin dalam persiapan sambutan yang diunggah di situs web panel Senat pada Senin.

Bekerja sama dengan Departemen Keuangan AS, The Fed telah melancarkan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pasar dan ekonomi sejak pertengahan Maret, ketika banyak bisnis di negeri ini ditutup dan warga Amerika tetap tinggal di rumah demi menahan penyebaran virus corona (Covid-19).

The Fed juga telah memangkas suku bunga menjadi hampir nol dan meluncurkan sembilan program pinjaman darurat, dengan mendukung korporasi hingga pasar kredit kota seiring dengan upayanya menstabilkan akses ke pembiayaan.

Selain itu, Powell mendorong Kongres AS untuk mempertimbangkan memberi lebih banyak dukungan fiskal di luar bantuan senilai US$3 triliun yang telah diloloskan. Powell menegaskan bahwa The Fed bersedia melakukan lebih banyak langkah jika diperlukan untuk mendukung perekonomian.

“Kami tidak kehabisan amunisi dengan tembakan panjang. Kami dapat memperbesar program pinjaman yang ada. Kami dapat memulai program pinjaman baru jika perlu,” ucap Powell dalam suatu wawancara dengan CBS pada Minggu (17/5/2020).

Hampir setiap indikator ekonomi AS menunjukkan penurunan ketika aktivitas ekonomi terhenti tiba-tiba saat banyak keluarga berlindung di dalam rumah masing-masing.

Tercatat 20,5 juta pekerjaan terpangkas bulan lalu, sehingga mendongrak tingkat pengangguran sebesar tiga kali lipat menjadi 14,7 persen, tertinggi sejak masa Great Depression.

Powell mengatakan ruang lingkup dan laju penurunan yang terjadi secara signifikan lebih buruk daripada resesi apa pun sejak Perang Dunia II.

The Fed masih berusaha untuk meluncurkan empat dari sembilan fasilitas, termasuk satu yang ditujukan untuk Main Street. Fasilitas ini adalah salah satu program paling berisiko dan paling menantang yang telah dilakukan The Fed mengingat keragaman bisnis yang kemungkinan akan melakukan pinjaman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as Kebijakan The Fed
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top