Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemendag : Harga Pangan Jelang Lebaran Relatif Stabil

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Suhanto mengemukakan bahwa harga kebutuhan pokok terpantau stabil dibandingkan bulan lalu seperti seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, dan cabai merah besar.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  18:23 WIB
nnBupati Gorontalo Nelson Pomalingo (kedua kanan) melakukan sosialisasi penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di pasar Kayubulan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (3/5 - 2020). /ANTARA
nnBupati Gorontalo Nelson Pomalingo (kedua kanan) melakukan sosialisasi penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di pasar Kayubulan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (3/5 - 2020). /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan memastikan bahwa harga pangan jelang momen Idulfitri tahun ini relatif stabil.

Stok kebutuhan pun dijamin memadai meski terdapat komoditas yang terus ditambah pasokannya untuk menekan harga.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Suhanto mengemukakan bahwa harga kebutuhan pokok terpantau stabil dibandingkan bulan lalu seperti seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, dan cabai merah besar.

Di sisi lain, Suhanto pun mencatat sejumlah komoditas bahkan mengalami penurunan harga seperti telur ayam ras, cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan bawang putih.

Kendati demikian, dia tak memungkiri bahwa terdapat beberapa kebutuhan pokok yang justru memperlihatkan tren kenaikan dibanding bulan lalu yakni bawang merah yang naik 26,29 persen menjadi Rp53.800 per kilogram (kg) dan gula pasir yang berada di atas harga acuan dengan rata-rata Rp16.800 per kg.

"Daging ayam ras naik namun merupakan penyesuaian kembali ke harga normal, setelah sebelumnya harga di pasar relatif rendah," kata Suhanto kepada Bisnis, Selasa (19/5/2020).

Terkait dengan harga gula, Suhanto mengatakan bahwa pasokan gula impor telah masuk ke pasar dalam negeri, baik pasar rakyat maupun ritel modern. Kendati demikian, dia mengaku pasokan tersebut belum optimal lantaran adanya gangguan dari segi importasi maupun distribusi selama Covid-19.

"Meskipun rata-rata harga gula mulai mengalami penurunan, namun harga tersebut masih berada di atas HET. Untuk itu, Kemendag masih terus melakukan upaya-upaya penurunan harga, utamanya menjelang Lebaran," lanjutnya.

Adapun upaya-upaya tersebut disebut Suhanto mencakup penambahan pasokan gula dari beberapa sumber yang dapat direalisasikan dalam waktu cepat dan pendistribusian gula melalui operasi pasar.

Pelaksanaan operasi pasar gula sendiri  dilakukan secara langsung oleh produsen maupun melalui pedagang atau distributor di pasar rakyat yang juga bekerja sama  dengan Dinas yang membidangi Perdagangan seluruh Indonesia.

"Kami juga telah meminta produsen untuk segera memasok ritel modern dalam bentuk curah sebagai solusi atas kendala keterbatasan pengemasan gula oleh repacker," kata Suhanto

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag idulfitri
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top