Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Insentif Program Kartu Prakerja Belum Maksimal

Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Purbasari mengatakan hingga saat ini jumlah penerima insentif baru sebanyak lebih kurang 300.000 orang peserta dari total lebih dari 680.000 orang yang mendaftar di gelombang 1,2, dan 3.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  18:02 WIB
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). - ANTARA
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA— Penerima insentif senilai Rp600.000 dari program kartu prakerja rupanya hanya kurang dari setengah dari jumlah peserta yang mendaftar program tersebut.

Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Purbasari mengatakan hingga saat ini jumlah penerima insentif baru sebanyak lebih kurang 300.000 orang peserta dari total lebih dari 680.000 orang yang mendaftar di gelombang 1,2, dan 3.

"Yang telah menerima insentif pascapelatihan yaitu sebesar Rp600.000 per bulan itu ada sebesar Rp300.000 orang lebih,"katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (19/5/2020).

Menurutnya, para penerima insentif pelatihan sudah menyelesaikan minimal satu pelatihan pra-kerja dan telah memberikan rating kepada pelatihan yang digelar 8 digital platform, lalu baru bisa mendapatkan sertifikat tanda lulus pelatihan kartu pra-kerja.

"Harus menuntaskan setidaknya satu pelatihan dan kemudian sudah memberikan ulasan dan rating terhadap pelatihan tersebut dan kami sudah dilaporin oleh digital platform bahwa si peserta telah menerima sertifikat tanda penyelesaian pelatihan itu," lanjutnya.

Sementara itu, terkait dengan gelombang 4, Denni mengatakan rencananya baru akan dibuka pasca lebaran IdulFitri atau pada 26 Mei 2020.

“Untuk pendaftar gelombang IV InsyaAllah kami akan membuka setelah lebaran,” tambahnya.

Dia menjelaskan, jumlah pendaftar kartu prakerja sangat tinggi, terlihat saat pembukaan gelombang pertama server dari kartu prakerja sampai terganggu. Dia pun optimistis tingginya jumlah pendaftar akan terulang di gelombang ke-IV.

"Sebenarnya kita sudah melihat bahwa dengan jumlah yang registrasi 10,4 juta peserta, dan kemudian rata-rata yang mendaftar antara 1,4 – 2 juta orang, ini bisa saja hal yang sama terulang di batch 4," imbuhnya.

Di sisi lain, dia mengatakan pihak manajemen kartu prakerja sudah mempersiapkan antisipasi apabila terjadi masalah yakni dengan memastikan persiapan dari server, sistem informasi keseluruhan seperti masalah verifikasi peserta, masalah sistem informasi yang menyatukan antara lembaga pelatihan, digital platform peserta PMO, e-wallet companies, penyaluran melalui perbankan, agar semuanya terkelola secara keseluruhan.

Sementara itu, Ekonom INDEF Bhima Yudhistira menilai jika program kartu prakerja memang belum terasa maksimal manfaatnya. Apalagi, pelatihan yang diadakan pun tidak bisa menjamin bahwa peserta akan mendapatkan pekerjaan kembali setelah pandemi ini selesai.

Sebab itu dia masih berharap pada gelombang 4 dan seterusnya, program ini bisa menjadi bantuan penuh bagi korban PHK.

Apalagi, pemerintah tinggal melihat data korban PHK yang tercatat di BPJAMSOSTEK. Dari data tersebut pemerintah kemudian melakukan verifikasi terhadap perusahaan yang melakukan PHK.

“Soal kartu prakerja ini sebaiknya dirombak total jadi bantuan sosial khusus pada korban PHK jadi sangat spesifik by name by addres. Datanya kan sudah ada di BPJamsostek dan bisa diverifikasi di perusahaan yang melakukan PHK. Jadi itu lebih efektif,” kata Bhima.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

insentif kartu prakerja
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top