Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembang Tak Mungkin Turunkan Harga Properti Primer

Properti seken masih memiliki kemungkinan untuk turun harga. Penurunannya tergantung pada kebutuhan tiap-tiap pemilik properti.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  15:54 WIB
Deretan rumah tapak di kawasan Padasuka Atas, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Rachman
Deretan rumah tapak di kawasan Padasuka Atas, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Meskipun mengalami penurunan penjualan yang cukup tajam, sejumlah pengembang tidak akan pernah melakukan penurunan harga. Namun, di tengah kondisi sulit seperti pandemi kali ini, pengembang makin terbuka untuk negosiasi harga dengan konsumen.

Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus mengatakan bahwa pengembang tidak akan terang-terangan menurunkan harga propertinya.

“Jadi kalau dapat harga yang ditransaksikan lebih murah itu di proses negosiasinya,” kata Alvin kepada Bisnis, Senin (18/5/2020).

Menurutnya, kalau pengembang sampai menurunkan harga, akan berpengaruh pada citra pengembang ke depan. Properti yang dijual dianggap tidak dalam kondisi baik, lokasinya tidak bagus, atau bermasalah.

“Itu menunjukkan kalau propertinya tidak cocok untuk investasi, padahal orang kalau beli properti juga pasti akan memikirkan bahwa rumah itu bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi ke depannya,” jelasnya.

Lain dengan properti seken atau bekas, properti ini masih memiliki kemungkinan untuk turun harga. Penurunannya tergantung pada kebutuhan tiap-tiap pemilik properti.

Misalnya, ada rumah yang dibeli dengan harga Rp900 juta, ingin dijual dengan harga Rp1 miliar, tapi tidak terserap pasar, akhirnya rumah tersebut dijual dengan banting harga bisa sampai Rp700 juta.

“Jadi, kalau pasar seken itu turun harga tidak masalah karena mereka itu sifatnya BU [butuh uang] dan juga tidak berhubungan lagi dengan pengembang, ini sangat bersifat personal,” ungkapnya.

Apabila pengembang memberi diskon, Alvin menyebutkan maksimal yang bisa diberikan sekitar 20 persen hingga 25 persen, tetapi dengan skema tertentu, misalnya, dengan bayar tunai.

“Jadi, enggak semua bisa dapat kesempatan diskon dan negonya tidak mengurangi angka di pricelist,” tutur Alvin.

Senada dengan Alvin, Associate Marketing Director PT Ciputra Residence Yance Onggo juga menyebutkan bahwa perusahaan belum melakukan penyesuaian harga pada proyek-proyeknya.

“Jadi di tengah kondisi pandemi ini, kami hanya menyesuaikan produk-produk apa yang kami pasarkan. Produk mana yang kira-kira masih punya peminat,” ungkapnya.

Ciputra Residence merasa beruntung karena memiliki cukup banyak portofolio untuk bisa menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga properti
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top