Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub: Pergerakan Didominasi Repatriasi dan Perjalan Dinas

Kemenhub mulai mentau aktivitas transportasi. Penumpang moda udara didominasi kepentingan dinas, sementara laut didominasi pemulangan WNI atau repatriasi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 14 Mei 2020  |  14:44 WIB
Calon penumpang melihat papan informasi mengenai penerbangan di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Calon penumpang melihat papan informasi mengenai penerbangan di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai mentau aktivitas transportasi penumpang yang dikecualikan. Penumpang moda udara didominasi kepentingan dinas, sementara laut didominasi pemulangan WNI atau repatriasi dan kereta masih sedikit penumpang.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan di moda transportasi udara, dari 50 bandara yang dipantau tim Kemenhub, dilaporkan mulai 7 Mei 2020 hingga 12 Mei 2020, dilaporkan secara presentase, penumpang dengan keperluan perjalanan dinas lembaga pemerintah/swasta sebesar 91 persen, penumpang dengan keperluan perjalanan pasien yang butuh pelayanan kesehatan darurat 2 persen.

Sementara itu, penumpang dengan keperluan perjalanan orang yang anggota keluarganya meninggal/sakit keras sebanyak 3 persen, dan penumpang dengan keperluan Repatriasi PMI, WNI, pelajar/mahasiswa, serta pemulangan orang dengan alasan khusus 5 persen.

“Khusus di Bandara Soekarno Hatta pada periode 7 Mei 2020 atau sejak dimulainya implementasi SE Gugus Tugas sampai dengan 12 Mei 2020, terdapat 718 penumpang dengan keperluan perjalanan dinas lembaga pemerintah/swasta, 9 penumpang pasien yang butuh pelayanan kesehatan darurat, dan 19 penumpang repatriasi,” ungkapnya, Kamis (14/5/2020).

Adapun, lanjutnya, di moda transportasi laut, hingga saat ini sudah ada 11 kapal pesiar yang melakukan repatriasi (pemulangan) Anak Buah Kapal (ABK) asal WNI sejak 26 Februari 2020 hingga 8 Mei 2020, melalui tiga Pelabuhan yaitu Tanjung Priok, Benoa, dan Teluk Durian.

Kemudian, dalam waktu dekat terdapat 2 kapal pesiar lagi yang akan tiba ke Indonesia membawa ABK WNI. Hingga 13 Mei 2020, jumlah total penumpang ABK WNI yang dipulangkan sebanyak 2.287 orang.

Selain itu, jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI)/PMI yang kembali ke Indonesia melalui Pelabuhan Dumai, Batam, dan Tanjung Balai Karimun sejak 17 Maret 2020 sampai dengan 10 Mei 2020 berjumlah total sebanyak 47.652 orang.

Lalu di moda kereta api, dilaporkan dari penyediaan layanan KA Jarak Jauh menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) yang baru dimulai per 12 Mei 2020 kemarin, terdapat sebanyak 62 penumpang yang memenuhi kriteria dan syarat, dari kapasitas kursi yang disediakan sebanyak 1.462 kursi, atau sebesar 4,3 persen tingkat keterisiannya.

Pelayanan yang dilintasi KLB yaitu di 2 lintas Utara yaitu rute St. Gambir-Cirebon-(Kejaksan)-Semarang (Tawang)-Surabaya Pasar Turi (PP) dan St. Gambir-Yogyakarta (Tugu)-Madiun-Surabaya Pasar Turi (PP), serta di 1 lintas Selatan dengan rute St. Bandug-Yogyakarta (Tugu)-Madiun-Surabaya Pasar Turi (PP).

“Kami pastikan semua pembelian tiket untuk orang-orang yang akan bepergian yang memenuhi kriteria dan persyaratan sesuai SE Gugus Tugas, hanya dapat dilakukan di kantor pusat atau cabang dari operator transportasi dan tidak dijual di travel agen,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top