Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerbangan Repatriasi WNI Meningkat, Bandara Soetta Berlakukan Layanan FIFO

Manajemen Bandara Soekarno-Hatta memproyeksikan tambahan hingga 7.500–10.000 WNI yang tiba dengan penerbangan repatriasi hingga 31 Mei 2020.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  02:45 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (1/5 - 2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Covid/19. /ANTARA
Sejumlah warga negara Indonesia berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (1/5 - 2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Covid/19. /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Manajemen Bandara Soekarno-Hatta memproyeksikan tambahan hingga 7.500–10.000 WNI yang tiba dengan penerbangan repatriasi hingga 31 Mei 2020.

Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga mengatakan dengan semakin meningkatnya penerbangan repatriasi WNI, peningkatan di berbagai aspek dilakukan guna mendukung KKP tetap dapat menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Salah satu peningkatan guna menjaga agar protokol kesehatan tetap dijalankan ketat antara lain diterapkannya konsep layanan first in, first out (FIFO) bagi penerbangan repatriasi yang baru mendarat.

"Dengan konsep FIFO, maka penumpang repatriasi yang lebih awal mendarat akan langsung turun dari pesawat untuk menjalani protokol kesehatan serta memproses kedatangan. Sementara itu, penumpang yang tiba belakangan akan turun dari pesawat dan diarahkan terlebih dahulu menuju holding room sebelum memproses kedatangan," jelasnya, Minggu (10/5/2020).

Menurutnya, Konsep FIFO ini sudah dijalankan seperti pada Minggu 10 Mei 2020. Lebih lanjut, di titik antrean guna menjalani protokol kesehatan, kini juga disediakan kursi bagi penumpang dengan tetap memperhatikan physical distancing.

"Penerapan FIFO dan penggunaan kursi di titik antrean ini merupakan upaya Soekarno-Hatta dalam melakukan pola pengaturan sehingga physical distancing tetap terjaga," tekannya.

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta sendiri telah menjalankan protokol kesehatan secara ketat terhadap penumpang pesawat khususnya yang tiba dari luar negeri, yaitu dengan melakukan wawancara. Selanjutnya pemeriksaan suhu, tanda dan gejala covid-19 kemudian pemeriksaan saturasi oksigen dan pemeriksaan rapid test dan/atau PCR.

Bagi WNI atau WNA yang memiliki sertifikat menyatakan bebas COVID-19 dapat juga menunjukkan sertifikat tersebut kepada personel KKP untuk penanganan lebih lanjut. Secara detail, protokol kesehatan yang dijalankan di pintu masuk Indonesia terdapat di dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020.

KKP Bandara Soekarno-Hatta juga menambah jumlah personel agar optimal dalam menjalankan protokol kesehatan terhadap penumpang yang baru tiba.

Kepala KKP Soekarno-Hatta Anas Ma'ruf menuturkan jumlah personel terus ditambah guna dapat melakukan penanganan secara maksimal.

Dia mengatakan mulai Senin (11/5/2020), jumlah personel KKP yang bertugas di Soekarno-Hatta baik itu di Terminal 2, Terminal 3 dan di UGD Kantor Induk berjumlah total 48 orang per shift. Selanjutnya, pada Jumat (15/5/2020) akan kembali ditambah 12 orang per shift sehingga total 60 orang dalam satu shift.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara soetta
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top