Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Naik 35 Persen, Vale Indonesia Akui Operasional Tetap Jalan Normal

Di tengah masalah pandemi Covid-19, hasil produksi kuartal I PT Vale lebih tinggi 35 persen dibanding volume produksi kuartal I/2019.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 09 Mei 2020  |  13:33 WIB
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen nikel PT Vale Indonesia Tbk menegaskan hingga kini perusahaan masih tetap beroperasi di tengah Pandemi Virus Corona (Covid-19).

Chief Financial Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Bernardus Irmanto mengatakan saat ini Vale tetap beroperasi seperti biasa.

"Kami tidak berhenti beroperasi. Operasi tetap jalan seperti biasa," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (9/5/2020).

Hingga akhir Kuartal I-2020, kinerja operasional Vale sangat baik dimana pencapaian target produksi Kuartal I-2020 sebanyak 17.614 ton nikel dalam matte. Di tengah masalah pandemi Covid-19, hasil produksi kuartal I PT Vale lebih tinggi 35 persen dibanding volume produksi kuartal I/2019.

Deputy CEO PT Vale Indonesia Febriany Eddy menuturkan perusahaan yang didukung para kontraktor masih dapat menjalankan operasional dengan aman sesuai target sehingga mampu menghasilkan volume produksi yang baik.

"Sejauh ini dampak pandemic Covid-19 masih dapat dikendalikan sehingga Perusahaan dapat terus beroperasi dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja,” katanya.

Perjanjian penjualan jangka panjang antara PT Vale dengan konsumennya di Jepang dan Kanada, yang membeli produk nikel dalam matte yang dihasilkan PT Vale, bersifat harus diambil, dengan demikian meminimalisir dampak melemahnya permintaan nikel karena pandemi.

“Sampai saat ini, faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan lebih pada harga nikel yang terkoreksi yang mempengaruhi pendapatan, namun di lain sisi biaya produksi membaik karena harga minyakyang lebih rendah,” tuturnya.

Vale sampai saat ini juga masih menjalankan operasionalnya sesuai target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2020 dengan mempertahankan angka produksi seperti tahun 2019 yakni 71.000 ton.

Namun demikian, PT Vale tetap memperhatikan kondisi aktual di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung yang belum dapat diprediksi kapan berakhirnya.

Salah satunya adalah dengan menyiapkan perencanaan keberlangsungan bisnis untuk mengantisipasi dampak yang lebih serius terhadap operasional bila pandemi terjadi berkepanjangan.

Perencanaan dibuat dengan mempertimbangkan juga tingkat penyebaran Covid-19, ketersediaan tenaga kerja dan faktor-faktor non-teknis lainnya.

“Perusahaan tentu akan selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan pekerja dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan operasional," ucap Febriany.

Perusahaan juga masih dapat menjaga agar lini produksi terutama operasi tambang dan smelter tetap berjalan dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan pekerja serta lingkungan.

Namun, apabila dampak pandemi ini telah membahayakan kesehatan dan keselamatan pekerja, maka Vale telah menyiapkan skenario pengurangan produksi bahkan penghentian operasi (shutdown).

Perusahaaan menyadari bahwa keputusan pengurangan produksi atau shutdown ini nantinya bukanlah suatu keputusan yang mudah karena operasi Vale di Sorowako masih sangat berpengaruh terhadap aspek sosial ekonomi setempat sehingga Vale mempunyai tanggung jawab sosial untuk terus beroperasi dengan aman.

"Kita berharap agar situasi tetap terkendali sehingga perusahaan dapat terus beroperasi dengan aman. Selain dari upaya-upaya perusahaan, sangat penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk senantiasa menjalankan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus bersama-sama dengan perusahaan. Upaya sepihak saja tidak akan berhasil," tutur Febriany.

PT Vale mengganggap penting untuk mendukung kebijakan dan instruksi Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus ini terutama dengan menghindari keramaian (social distancing), menjaga jarak fisik (physical distancing), dan mengurangi laju mobilisasi orang.

Untuk mengurangi paparan dan interaksi antar pekerja, PT Vale menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (Work from Home) untuk sebagian karyawan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dalam jaringan.

Bagi pekerja yang diperlukan untuk tetap bekerja di area operasi, perusahaan memberikan dukungan berupa penyediaan fasillitas alat pelindung diri, pemeriksaan suhu tubuh, penerapan physical distancing, desinfeksi area dan peralatan kerja, serta dukungan berupa penyediaan makanan dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh para pekerja.

PT Vale juga berupaya mengurangi paparan terhadap karyawan, kontraktor dan keluarga dengan meniadakan atau meminimalisir perjalanan bisnis, operasional Bandara Khusus Sorowako, serta menutup sementara sekolah dan fasilitas umum yang dikelola perusahaan.

Selain berbagai upaya dan kebijakan internal yang diterapkan selama pandemi, PT Vale terlibat memberikan dukungan bagi para pemangku kepentingan dalam penanganan Covid-19.

PT Vale melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 di tingkat provinsi, kabupaten hingga kecamatan di area operasional Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Di Sorowako, rumah sakit milik PT Vale menyiapkan bangsal khusus perawatan dan isolasi bagi pasien terkait Covid-19, termasuk menyiapkan tambahan tenaga medis.

Secara bertahap dan regular, perusahaan mendistribusikan bantuan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten melalui GTPP Covid-19 berupa alat pelindung diri, peralatan kesehatan untuk kebutuhan rumah sakit maupun Puskesmas, termasuk tenaga medis, serta beragam logistik untuk aktivitas pencegahan dan penanganan pandemi.

“Selain bantuan alat kesehatan berupa tempat tidur rumah sakit, ventilator, thermo gun dan beragam APD yang telah diberikan, PT Vale saat ini juga sedang memesan rapid test kit untuk membantu mengidentifikasi potensi Covid terutama di area operasi perusahaan. Apabila alat ini sudah tiba, perusahaan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan gugus tugas,” ucap Febriany.

Selain itu, Vale juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat kecamatan, aparat desa,pemuka masyarakat dan tokoh agama melakukan sejumlah kampanye untuk sosialisasi dan edukasi pencegahan penyebaran Corona kepada masyarakat di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan.

Dalam menangani penyebaran virus Corona ini diperlukan kerja sama dari semua pihak, perusahaan, pemerintah dan masyarakat. Tanpa kerja sama semua elemen ini, hanya mengandalkan upaya sepihak tentunya tidak ada cukup.

Maka dari itu, besar harapan Vale bahwa dengan daya upaya semua pihak, bersama-sama kita dapat melalui masa sulit ini dengan baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nikel vale indonesia tbk
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top