Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Garuda: Pemulihan Industri Penerbangan Bisa 5 Tahun

Dirut Garuda Indonesia memprediksi masa pemulihan industry penerbangan bias berlangsung selama 1 tahun hingga 5 tahun bergantung pada
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  13:22 WIB
  Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi narasumber diskusi bertema Semangat Baru Garuda di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020). - Antara
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi narasumber diskusi bertema Semangat Baru Garuda di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) memproyeksikan masa pemulihan industri penerbangan pasca Covid-19 bergantung kepada seberapa jauh maskapai dapat membaca paradigma perubahan tren dan memberikan penawaran yang menarik.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memproyeksikan masa pemulihan yang berlangsung selama 1 tahun hingga 5 tahun akan menjadi terlalu lama. Namun, tidak dipungkiri perilaku masyarakat akan banyak berubah terhadap industri aviasi.

Menurutnya masyarakat akan mulai berpikir apakah untuk tetap dapat terbang kembali merupakan hal yang aman atas resiko penularan. Selain itu juga apakah perusahaan penerbangan serius untuk menanggapi soal penularan.

Hal-hal tersebut akan menjadi pertimbangan maskapai pelat merah tersebut untuk  memikirkan kenyamanan, keamanan, dan terobosan bagi masyarakat yang menghendaki penerbangan berbeda dibandingkan dengan sebelumnya.

"Paradigma ini sedang kami pelajari. Kira-kira ke depan apa yang dibutuhkan dan perubahan ke depan pasca Covid-19. Terbang itu soal behavior. Ketika tak bisa mencapaikan situasi itu maka ya 5 tahun mungkin recovery," jelasnya, Selasa (5/5/2020).

Tentunya maskapai dengan jenis layanan penuh ini mengharapkan agar secepatnya pandemi ini dapat berlalu dengan baik. Di sisi lain Garuda memang telah memperhitungkan skenario terburuk yang mungkin terjadi.

"Saya mengajak teman-teman berpikir positif terus, setelah lebaran mudah-mudahan membaik. Kami enggak mau orang terbang dalam kondisi dengan was-was nanti," imbuhnya.

Sejauh ini, kata dia, sepanjang kuartal I/2020, kinerja GIAA memang masih relatif naik-turun. Kinerja pada kuartal pertama sangat dipengaruhi oleh penutupan penghentian sementara penerbangan ke China.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top