Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uji Multilokasi, KKP Tebar Benih Lele Mutiara dan Udang Galah Unggul

Di tengah ketidakstabilan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) mendistribusikan benih unggul yakni ikan lele Mutiara dan udang galah GI Macro ke pembudidaya Karawang dan Tasikmalaya.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 03 Mei 2020  |  06:30 WIB
Benih lele Mutiara generasi ke/3 memiliki performa pertumbuhan lebih cepat serta lebih tahan terhadap serangan penyakit. /KKP
Benih lele Mutiara generasi ke/3 memiliki performa pertumbuhan lebih cepat serta lebih tahan terhadap serangan penyakit. /KKP

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah ketidakstabilan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan mendistribusikan benih unggul yakni ikan lele Mutiara dan udang galah GI Macro ke pembudidaya Karawang dan Tasikmalaya.

Lele Mutiara (Mutu Tinggi Tiada Tara) dan udang galah GI Macro II (Genetic Improvement Macrobrachium rosenbergii II) merupakan hasil pengembangan Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) yang merupakan unit pelaksanan tugas (UPT) BRSDM

Ikan lele Mutiara yang telah dikembangkan pada 2015 memiliki performa pertumbuhan yang lebih cepat serta lebih tahan terhadap serangan penyakit. Sementara itu, udang galah GI Macro II telah dirilis sejak 2014, memiliki keunggulan cepat tumbuh.

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan komoditas ikan dan udang galah unggulan hasil riset pemuliaan BRPI telah banyak digunakan dan didistribusikan tersebar di seluruh Kabupaten dan provinsi di Indonesia.

"Kami pun kembali mendistribusikan ikan unggul dalam rangka kegiatan riset uji multilokasi dengan tujuan untuk menguji secara langsung ikan hasil riset pemuliaan, mempercepat persebaran ikan unggul kepada masyarakat, serta membantu meningkatkan perekonomian pembudidaya perikanan,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (2/5/2020).

Kegiatan uji multilokasi ikan lele Mutiara dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Kabupaten Karawang. Ikan lele Mutiara didistribusikan kepada Banyak Lele Farm di Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, sebanyak 500.000 ekor larva.

Untuk kegiatan uji multilokasi udang galah GI Macro II langsung kepada pembudidaya ikan di Desa Cisayo, Kecamatan Cisayo, Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 100.000 ekor post larva.

Kepala BRPI Joni Haryadi menyampaikan kegiatan riset ikan lele Mutiara dan udang galah Galah Macro II telah sampai pada generasi ke-3 dan ke-4 di mana lele Mutiara generasi ke-3 ini memiliki performa pertumbuhan yang lebih cepat serta lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Sementara itu udang galah GI Macro II telah berhasil dikembangkan dengan hasil seleksi dari 4 generasi dengan unggulan 32 persen lebih cepat dari pada udang galah pembanding.

“Dengan tetap berjalannya riset dan distribusi benih unggul diharapkan dapat memberikan keuntungan serta meningkatkan pendapatan masyarakat budidaya. Dalam pelaksanaanya, pendistribusian benih lele Mutiara dan udang galah GI Macro II pun dilakukan sesuai SOP dalam menangkal wabah Covid-19,” jelas Joni.

Para peneliti BRPI juga melaksanakan observasi kegiatan dan pendampingan terhadap pembudidaya ikan dan udang galah di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Tasikmalaya yang dilakukan secara online sehingga dapat terpantau perkembanganya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budidaya udang budidaya lele
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top