Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hasil FOMC: The Fed Tahan Suku Bunga, Suarakan Ancaman Pandemi Covid-19

Bank sentral Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran level saat ini dan berjanji untuk mempertahankannya hingga ekonomi AS kembali pulih.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 April 2020  |  04:41 WIB
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell berbicara di
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell berbicara di "Seri C. Peter McColough tentang Ekonomi Internasional: Percakapan dengan Jerome H. Powell" di Dewan Hubungan Luar Negeri di New York, AS, 25 Juni 2019 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran level saat ini dan berjanji untuk mempertahankannya hingga ekonomi AS kembali pulih.

Dalam rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir Rabu (29/4/2020) waktu setempat atau Kamis (30/4/2020) dini hari WIB, para pembuat kebijakan memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate di level 0 persen - 0,25 persen.

Menurut Gubernur The Fed Jerome Powell, pandemi virus corona (Covid-19) telah membawa ekonomi AS ke kondisi "berhenti tiba-tiba" dan tidak dapat dipastikan berapa lama perlambatan akan berlangsung.

“Aktivitas ekonomi kemungkinan akan turun dengan laju yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kuartal kedua [2020],” tutur Powell dalam suatu konferensi pers pada Rabu.

“Mungkin ini artinya ekonomi akan membutuhkan lebih banyak dukungan dari kita semua, jika pemulihan ingin menjadi kuat,” tambahnya, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Para pembuat kebijakan juga secara bulat menyatakan akan menggunakan alat-alat yang dimilikinya dan bertindak sesuai kebutuhan untuk mendukung ekonomi. Selain itu, The Fed memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 akan membebani ekonomi dalam jangka menengah.

Berulang kali Powell juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal dan mengatakan "ini bukan waktunya" membiarkan kekhawatiran tentang ukuran defisit federal untuk menghambat besarnya tanggapan yang dilancarkan.

Pernyataan tersebut lebih kurang mengulangi pernyataan dalam rapat kebijakan lalu pada 15 Maret yang mengatakan Komite The Fed akan mempertahankan kisaran target suku bunga acuan di kisaran nol.

Hal itu dilakukan sampai yakin bahwa ekonomi AS telah melewati peristiwa-peristiwa baru-baru ini serta berada di jalurnya untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan target stabilitas harga.

“Saya pikir semua orang menderita, tetapi saya rasa mereka yang paling tidak mampu menanggungnya adalah mereka yang kehilangan pekerjaan," kata Powell.

Hanya beberapa jam sebelum The Fed menelurkan keputusannya, Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi AS menyusut 4,8 persen secara tahunan pada kuartal I/2020, kontraksi pertama sejak 2014 yang saat itu mencatat minus 1,1 persen.

Tak hanya membukukan penurunan terburuk sejak 2008, kontraksi pada kuartal pertama itu juga lebih buruk daripada proyeksi median ekonom dalam survei Bloomberg untuk penurunan 4 persen.

Kontraksi tersebut dialami karena upaya yang dilancarkan pemerintah untuk membendung persebaran virus corona telah memaksa banyak perusahaan di AS tutup dan konsumen tidak keluar dari rumah masing-masing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as Kebijakan The Fed the fed rate
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top