Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ciputra Group : Penjualan Hunian di 3 Daerah Terdampak Covid-19

Penurunan penjualan Ciputra Group akibat Covid-19 terjadi setidaknya di Malang, Samarinda, dan Balikpapan.
Salah satu proyek pembangunan properti Citraland./JIBI-Dwi Prsetya
Salah satu proyek pembangunan properti Citraland./JIBI-Dwi Prsetya

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan hunian pengembang properti Ciputra Group di sejumlah daerah mengalami penurunan akibat dampak virus corona jenis baru atau Covid-19.

Penurunan terjadi pada PT Ciputra Residence selaku anak usaha Ciputra Development Tbk. Penjualan produk residensial mereka menurun dibandingkan dengan kondisi normal. 

Direktur Marketing Ciputra Residence Yance Onggo mengatakan bahwa penurunan terjadi setidaknya di Malang, Samarinda, dan Balikpapan. Meskipun demikian, dia belum memerinci persentase penurunan tersebut.

"Dalam kondisi ini bagaimanapun pasti terpengaruh untuk penjualan properti di daerah. Memang belum kami sempat lihat tingkat persentase penurunannya, tetapi terdampak ya, pasti," kata Yance kepada Bisnis, Kamis (30/4/2020).

Yance memperkirakan penurunan penjualan properti di daerah itu turut terpengaruh dengan situasi dan kondisi. Apalagi, Jakarta sebagai pusat bisnis juga setidaknya memiliki efek terhadap bisnis di daerah yang berujung pada tertahannya daya beli.

Tak hanya itu, dengan situasi seperti saat ini sebagian masyarakat juga mengalami nasib yang tak menguntungkan seperti pemotongan gaji. Lagi pula, daya beli masyarakat di daerah juga sudah tertahan saat sebagian aktivitas dikurangi sehinga memengaruhi pendapatan masyarakat.

Yance menilai bahwa setiap dampak tersebut akan memengaruhi realisasi pembelian rumah bagi sebagian orang. Apalagi, penurunan juga dirasakan oleh semua segmen harga. Hanya saja, dia mengakui bahwa penurunan ini bukan berarti tidak ada peluang.

"Rasanya ke semua segmen harga, tetapi kami percaya bahwa di pasar itu akan selalu ada peluang. Contohnya, ada beberapa industri selama Covid ini justru mengalami peningkatan dan berpotensi untuk karyawannya atau pengusahanya membeli rumah," kata dia.

Dia juga menyebut bahwa rumah merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehingga memungkinkan bagi sebagian orang untuk tetap membeli rumah meskipun masih dibayangi ketidakpastian seperti saat ini.

"Nah, jika bisa kita suplai produknya dengan cara yang inovatif dan adaptif memang captive market-nya mengecil, tetapi jika kita bisa ambil captive market itu dengan tepat maka akan tetap ada pasarnya," ujar Yance.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ilham Budhiman
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper