Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Faktor ini Pengaruhi Produksi Batu Bara 2020

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara (APBI) Hendra Sinadia mengatakan virus corona belum terdampak sektor batu bara pada kuartal I/2020.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 30 April 2020  |  19:03 WIB
Terminal Batu Bara Balikpapan. Terminal yang dikelola oleh PT Bayan Resources Tbk. merupakan salah satu terminal curah terbesar di Indonesia. - bayan.com.sg
Terminal Batu Bara Balikpapan. Terminal yang dikelola oleh PT Bayan Resources Tbk. merupakan salah satu terminal curah terbesar di Indonesia. - bayan.com.sg

Bisnis.com, JAKARTA – Pengaruh harga gas alam cair (LNG) dan penurunan ekspor batu bara ke India akan memengaruhi produksi emas hitam tahun ini yang ikut terimbas dampak pandemi virus corona (Covid-19).

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara (APBI) Hendra Sinadia mengatakan apabila dilihat dari kuartal I/2020 ini memang belum terdampak sektor batu bara. Hal ini karena permintaan batu bara masih tinggi pada tiga bulan awal ini.

Namun, tak menutup kemungkinan akan berdampak besar pada kuartal berikutnya apabila pandemi Covid-19 belum usai.

Terlebih banyak penilaian dari analis yang menyatakan pertumbuhan ekonomi India hanya 2,1 persen dan China hanya 1 persen sehingga akan membuat kebutuhan energi berupa batu bara terganggu.

"Apalagi hampir 50 persen ekspor batu bara Indonesia adalah ke China dan India. Oleh karena itu kondisi pasar yang masih over supply akan menekan harga batu bara lebih rendah di kuartal-II dan ini tentu berdampak pada pasar batu bara," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (30/4/2020).

Selain itu, harga LNG yang juga sudah sangat murah berpotensi menyebabkan Korea Selatan dan Jepang lebih memilih bahan bakar gas ketimbang batu bara.

"Jadi wajar saja kalau harga batu bara menjadi kian tertekan dengan dua sentimen ini. Tentunya akan mempengaruhi kondisi batubara kedepan," katanya.

Menurutnya, solusi jangka pendek untuk mengatasi kondisi over supply adalah production cut atau pemangkasan produksi. Namun, hal itu membutuhkan komitmen dan niat yang kuat dari seluruh produsen dan tentunya kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah baik di pusat dan daerah.

Hingga saat ini sulit untuk memprediksi harga komoditas hingga akhir tahun. Namun, apabila pandemi Covid-19 ini bisa cepat teratasi dan ekonomi di beberapa negara importir seperti China dan India sudah mulai pulih, maka kemungkinan permintaan akan mulai merangkak naik lagi di kuartal-III dan berlanjut ke penghujun tahun di saat musim dingin.

"Ini masih terlalu dini untuk diprediksi apalagi ada kekhawatiran gelombang kedua dari virus covid-19 di musim dingin, seperti waktu awal penyebaran virus di China di akhir Desember 2019 yang lalu," tutur Hendra.

 Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Tata Kelola Sektor Minerba Irwandy Arif mengatakan Pandemi Covid-19 tak ada pengaruhnya di tiga bulan pertama 2020 terhadap produksi dan ekspor batubara Indonesia.

"Untuk kuartal II sampai dengan kuartal IV, kami agak was-was juga. Nah, yang akan sedikit was-was adalah bagaimana nasib di 3 kuartal yang akan datang. Untuk kuartal I belum ada pengaruhnya," ucapnya. 

Dia memperkirakan penurunan ekspor batu bara dapat mencapai sekitar 20 persen. Selain itu, harga batu bara di bulan April dan Mei ini juga mengalami mengalami penurunan sekitar 20 persen.

Adapun berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi ekspor hingga kini mencapai 95,89 juta ton atau sebesar 24,28 persen dari rencana ekspor 395 juta ton. Realisasi produksi hingga kini mencapai 184,2 juta ton atau sebesar 33,49 persen dari rencana produksi 550 juta ton.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara produksi Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top