Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ALI : Ratusan Ton Kargo Menumpuk di Bandara Transit

Sejak penerbangan disetop, kinerja angkutan logistik via udara melorot hingga 80 persen.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 April 2020  |  10:23 WIB
Ilustrasi: kargo logistik di Bandara. - Bisnis
Ilustrasi: kargo logistik di Bandara. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Logistik Indonesia mengatakan bahwa pengusaha angkutan barang atau kargo turut terkena dampak adanya penutupan penerbangan penumpang setelah pemerintah menerapkan larangan mudik.

Pasalnya, kata Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldi Ilham Masita, pengiriman angkutan barang selama ini mengandalkan bagasi penerbangan reguler.

"Logistik menjadi sangat terganggu karena penerbangan kargo sangat sedikit dan jadwalnya tidak pasti. Akibatnya, terjadi penumpukan ratusan ton kargo di bandara transit," ujar Zaldi, Selasa (28/4/2020).

Menurutnya, barang-barang itu rerata mandek di gudang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Juanda Surabaya, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Lambannya pengiriman barang melalui angkutan udara ini pun berdampak terhadap kinerja logistik.

Zaldi mengklaim bahwa sejak penerbangan disetop, kinerja angkutan logistik via udara melorot hingga 80 persen. Padahal, pada masa pandemi virus corona ini, permintaan masyarakat untuk mengirimkan barang tujuan luar kota justru meningkat tajam.

"Sangat disayangkan kapasitas angkutan kargo udara malah menurun!"

Dia berharap supaya pemerintah segera turun tangan untuk memastikan kinerja pengiriman kargo tak terhambat kebijakan penutupan operasional penerbangan arena angkutan udara sangat penting, apalagi membawa alat-alat kesehatan ke berbagai daerah dan pengiriman bahan makanan dari daerah ke kota-kota besar.

Ketika diminta konfirmasinya terkait dengan kondisi ini, Vice President of Corporate Communication Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan masih akan mengecek terkait keluhan tersebut. "Kami coba cari informasi lebih dulu." Dia mengatakan bahwa permasalahan itu sebenarnya menjadi wewenang maskapai sebagai pembawa kargo.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memastikan bahwa maskapainya saat ini tetap mengoperasikan pesawat reguler untuk membawa kargo kendati operasional angkutan penumpang disetop.

Dia menyebutkan bahwa manajemen siap mengantarkan kargo ke mana pun asosiasi logistik membutuhkan.

"Pesawat penumpang bisa kami pakai untuk membawa kargo. Kalau asosiasi membutuhkan, kami bisa membantu," tuturnya melalui layanan pesan pendek.

Kementerian Perhubungan sebelumnya telah menghentikan sementara operasional penerbangan penumpang di wilayah pembatasan sosial berskala besar menyusul ditetapkannya kebijakan larangan mudik. Hal ini diatur dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020.

Dalam beleid itu, terdapat sejumlah penerbangan yang masih dibolehkan beroperasi pada masa mudik di tengah pandemi virus corona. Salah satunya angkutan kargo atau logistik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik Virus Corona

Sumber : Tempo.co

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top