Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos BI: Risiko Stabilitas Sistem Keuangan 2020 Bisa Meningkat Akibat Covid-19

Oleh karena itu, kebijakan makroprudensial BI ke depan akan difokuskan pada upaya menjaga SSK dengan mengantisipasi potensi peningkatan risiko pada sektor keuangan yang terpengaruh dampak penyebaran Covid-19
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 28 April 2020  |  13:01 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Selasa (14/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Selasa (14/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA--Stabilitas sistem keuangan (SSK) Indonesia selama semester II /2019 tetap terjaga, di tengah berlanjutnya ketidakpastian akibat menurunnya globalisasi, meningkatnya risiko di pasar keuangan global, dan munculnya risiko-risiko baru yang belum dikenal sebelumnya (unknown risks).

Namun, kondisi SSK pada semester I/2020 menunjukkan peningkatan risiko lantaran merebaknya virus Corona (Covid-19) di berbagai belahan dunia.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan koordinasi antara BI dengan Pemerintah dan otoritas keuangan terkait akan ditingkatkan, baik dalam rangka perumusan bauran kebijakan maupun mitigasi peningkatan risiko di sistem keuangan.

"Kebijakan makroprudensial BI ke depan akan difokuskan pada upaya menjaga SSK dengan mengantisipasi potensi peningkatan risiko pada sektor keuangan yang terpengaruh dampak penyebaran Covid-19," katanya seperti dikutip dalam siaran pers, Selasa (28/4/2020).

Ke depan, Perry mengingatkan tekanan terhadap SSK diperkirakan semakin meningkat seiring meluasnya dampak pandemi Covid-19. Meluasnya penyebaran virus Corona ke banyak negara, termasuk ke Indonesia, menjadi ancaman bagi stabilitas makrofinansial global dan domestik.

Dampak rambatan (contagion) Covid-19 dari global turut memengaruhi Indonesia terutama melalui jalur pariwisata, perdagangan/ekspor, dan investasi. Sementara, upaya memutus rantai penularan COVID-19 di Indonesia berpotensi menurunkan kegiatan produksi dan aktivitas ekonomi, dan memberikan tekanan lebih lanjut pada sistem keuangan domestik.

"Mencermati pandemi Covid-19 berdampak terhadap meningkatnya tekanan pada perekonomian, BI telah mengeluarkan bauran kebijakan yang diarahkan untuk mendukung upaya mitigasi risiko penyebaran wabah, menjaga stabilitas pasar uang dan sistem keuangan, serta mendorong momentum pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Kewenangan BI untuk melakukan tindakan antisipatif dalam menjaga SSK di tengah dampak pandemi Covid-19 diperkuat oleh ditandatanganinya Perpu 1/2020. Kewenangan ini ditempuh melalui komitmen sinergi dan koordinasi yang erat dengan Pemerintah, OJK, dan LPS sebagai langkah kebijakan nasional.

Dia memperkirakan perekonomian global diprakirakan akan kembali meningkat pada 2021 setelah wabah Covid-19 selesai. Perbaikan ekonomi global dan domestik akan mendorong kinerja korporasi dan RT kembali berada pada fase perbaikan.

"Hal tersebut akan mendorong pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) kembali meningkat pada 2021, masing-masing berada dalam kisaran 9 persen-11 persen dan 8 persen-10 persen," imbuhnya.

Peluncuran Buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) Semester II 2019 (No.34 Edisi Maret 2020) hari ini (28/4/2020) dilakukan secara daring. BI mengusung tema “Memperkuat Kebijakan Makroprudensial Akomodatif, Menopang Pembiayaan Ekonomi".

KSK merupakan publikasi utama semesteran Bank Indonesia di sektor SSK. Buku ini memberikan informasi yang komprehensif tentang hasil asesmen dan riset mengenai perkembangan SSK Indonesia. KSK juga bertujuan membangun keyakinan publik terhadap SSK Indonesia saat ini dan ke depan serta memberikan sinyal risiko kepada publik untuk melakukan upaya mitigasi risiko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Virus Corona stabilitas sistem keuangan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top