Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gelombang 3 Kartu Prakerja Dibuka, Hindari Kesalahan Ini saat Mendaftar

Kesalahan yang paling banyak dilakukan calon pendaftar adalah saat mengisi identitas diri. Kebanyakan peserta gagal diverifikasi karena data pribadi yang diisi salah atau terjadi silap.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 28 April 2020  |  11:13 WIB
Ilustrasi - Kartu Prakerja - ANTARA
Ilustrasi - Kartu Prakerja - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Pendaftaran gelombang ketiga Program Kartu Prakerja telah dibuka dan akan berakhir pada Kamis (30/4/2020).

Pemerintah mencatat jumlah pendaftar hingga penutupan gelombang kedua telah mencapai 8 juta pendaftar. Pelatihan pun telah dimulai untuk setiap gelombangnya dengan slot sebanyak 200.000 peserta.

Adapun, Bisnis merangkum beberapa tahapan cara mendaftar Kartu Prakerja untuk gelombang 3 ini.

Calon peserta mendaftar secara daring atau online melalui laman resmi prakerja.go.id dengan mengisi data diri. Pelaksana kemudian akan melakukan verifikasi dan dilanjutkan dengan tes singkat untuk kemampuan dasar dan motivasi diri.

Tahap selanjutnya, ketika calon peserta lolos, mereka diarahkan untuk masuk ke kanal digital yang menjadi mitra manajemen pelaksana kartu prakerja.

Calon peserta dapat memilih sendiri jenis pelatihan pelatihan yang diinginkan dari total ada sekitar 2.000 jenis pelatihan yang tersedia di delapan kanal digital tersebut.

Setelah memilih jenis pelatihan, calon peserta tinggal mengikuti pelatihan secara daring mengingat masa Covid-19 ini panitia memutuskan pelatihan dilaksanakan tanpa tatap muka.

Kesalahan Umum

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky sebelumnya mengatakan kesalahan yang paling banyak dilakukan calon pendaftar adalah saat mengisi identitas diri.

Mungkin terlihat mudah, namun kebanyakan peserta gagal diverifikasi karena data pribadi yang diisi salah atau terjadi silap.

Dari jumlah 8 juta pedaftar hingga gelombang kedua, hanya setengahnya berhasil lolos verifikasi data diri dan bisa melanjutkan proses pendaftaran selanjutnya.

"Kebanyakan NIK-nya tidak bisa diverifikasi karena ada kesalahan memasukkan data, tapi sejalan dengan waktu makin banyak yang bisa masuk ke proses pendaftaran," katanya, Senin (27/4/2020).

Selain itu, Panji mengatakan kesalahan yang juga banyak dilakukan adalah saat mengunggah foto. Kegagalan terjadi karena foto yang diunggah peserta tidak dapat dibaca oleh sistem.

"Upload foto diri itu harus kami verifikasi dgn foto KTP, memang banyak peserta memberikan foto yang tidak bisa dibaca sistem," jelasnya.

Meski demikian, kata Panji, jika terjadi kegagalan karena foto yang tidak dapat dibaca sistem, calon peserta masih bisa kembali mengunggahnya dengan mengikuti pendaftaran gelombang selanjutnya.

Insentif

Seperti diketahui, Program Kartu Prakerja tersebut dibuka untuk 5,6 juta orang dengan anggaran sebesar Rp20 triliun. Pendaftaran akan dibuka setiap minggu hingga akhir tahun.

Jika peserta telah menyelesaikan proses pendaftaran dan berhasil, maka peserta yang telah disaring akan dipilih secara acak untuk mengikuti gelombang pelatihan.

Setiap gelombang dibatasi hanya untuk 200.000 peserta. Jika tidak terpilih pada gelombang tersebut, calon peserta masih bisa mngikuti pelatihan di gelombang selanjutnya.

Peserta akan mendapatkan insentif Rp1 juta yang hanya bisa dipergunakan untuk pelatihan di platform digital. Paltform dan jenis pelatihan bebas dipilih oleh peserta sesuai dengan keingnan dan kebutuhan.

Jika telah menyelesaikan pelatihan pertama, maka peserta akan menerima insentif sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan, di transfer ke rekening bank atau e-wallet peserta.

Peserta juga akan mendapatkan insentif survei sebesar Rp150.000 dengan mengisi sebanyak 3 survei, sehingga total insentif Program Kartu Prakerja yang didapat peserta adalah sebesar Rp3,55 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu prakerja
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top